Jembatan Petuk Kupang Rawan Begal, Mata Korban Luka, Uang Jutaan Rupiah Raib

83

BIDIKNEWS.id, Kupang - Warga Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali dihebohkan dengan isu yang beredar melalui medsos (WhattsApp) atas aksi begal yang terjadi belum lama ini.

Bidik News juga mendapatkan isi pesan tersebut; “ Syalom adik-adik mohon dapat infokan ke semua teman-teman. Mahasiswa semester V kena begal di jembatan petuk jam 11 malam. Pelaku 4 orang tidak gunakan plat DH dan gunakan pakian hitam-hitam. Dompet mahasiswa berisi uang diambil oleh pelaku. Mohon kerja sama dapat infokan ke semua teman-teman untuk lebih berhati-hati saat jalan malam dan hindari lewat petuk. Terima kasih”

Selain isi pesan WA tersebut, juga tersebar foto seorang wanita dengan mata sebelah kiri terluka, diduga ini merupakan mahasiswa yang menjadi korban begal.

Advertise

Penelusuran Bidik News pada Senin 27/9/2021 ternyata korban adalah mahasiswi semester V jurusan S1 Keperawatan di STIKes Maranatha Kupang yang berinisial ML. ML membeberkan jika informasi dan foto yang beredar adalah dirinya sendiri selaku korban begal.

ML menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu 25 September 2021 sekitar pukul 23:20 dengan tempat kejadian perkara (TKP) jembatan Petuk, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi NTT.

Dengan kesedihan dan ketakutan karena masih trauma dengan kejadian dimaksud, ML menjelaskan awal mula kejadian tersebut.

“Pertama itu kami dari rumah Liliba, saya bersama adi dua orang mau ke BTN Kolhua untuk mengambil uang kuliah. Nah kami tiga orang menggunakan satu motor saja itu sekitar pukul 21:30 malam. Setelah sampai di BTN dan mengambil uang kami masih duduk cerita hingga setelah itu saya bersama adi dua orang langsung pulang melewati jembatan Petuk itu sekitar pukul 23:20 malam,” Kata ML

Tiba-tiba, lanjut ML bahwa dirinya melihat ada dua motor (4 Orang) mengikuti dari arah belakang akan tetapi dirinya berpikir bahwa itu adalah pengendara biasa

“Mereka mendekati kami dan langsung menghadang tepat didepan motor kami, motor kami mati dan disitu sangat gelap. Satu orang itu langsung turun dan berjalan menuju arah kami langsung merampas dompet dari tangan saya. Karena dompet saya sudah diambil oleh orang tersebut saya pun langsung turun dari motor untuk mengambil kembali dompet saya tetapi waktu saya turun untuk mengambil dompet malah saya dipukul oleh begal tersebut mengenai pelipis mata sebelah kiri saya. Entah itu saya dipukul berapa kali saya tidak tau karena dalam keadaan panik dan takut. Setelah mengambil dompet dan memukul saya mereka langsung berlari kembali ke arah BTN Kolhua,” Beber ML

ML menceritakan ciri-ciri yang merampas dompet darinya  itu memliki postur tubuh tinggi, kurus, tidak kelihatan wajah karena menggunakan masker dan pakian hitam, kendaraan yang digunakan berupa sepeda motor juga semua berwarna hitam dan tidak ada Plat Nomor (DH).

“Disaat kami dipalang itu mereka omong bilang apa yang bosong (Kamu) pegang serahkan semua datang,” Kata ML menirukan suara pelaku saat itu Karena yang dipegang hanya dompet sehingga yang dirampas hanyalah dompet yang didalamnya berisi uang sejumlah Rp. 1.600.000 (Satu juta enam ratus ribu)

"Uang itu baru saya ambil dari keluarga di BTN yang dikirim oleh orang tua untuk membayar PA dikampus,” ungkapnya

Usai kejadian, dirinya lalu menelepon Kakanya yang berada di Liliba untuk segera datang “Waktu kaka dong datang para begal sudah tidak ada tinggal kami sendiri,” Ujar ML

Selain dirinya yang dipukuli, adik laki-lakinya yang mengendarai sepeda motor malam itu juga dipukuli dan mengenai punggung belakang

“Karena adik mau membantu saya merampas kembali dompet tetapi tidak terlalu parah yang paling parah itu saya. Waktu itu adik  yang bernama Nona sempat berteriak meminta tolong tapi tidak ada orang yang datang karena sudah sepi,” Kata ML

Kejadian seperti ini, kata ML bahwa bukan pertama kali, namun sudah sebanyak tiga kali di tempat yang sama akan tetapi  waktu pertama dan kedua masih bisa selamatkan diri

“Saya berpesan kepada teman-teman yang biasa melakukan perjalanan dengan malam baik itu kerja tugas dan lainnya sebaiknya jalan jangan terlalu larut malam dan jika sudah larut sebaiknya jangan melewati arah Jembatan Petuk karena arah itu sangat berbahaya,” Pesan ML

Tak lupa juga dirinya berharap agar pihak yang berwajib bisa melakukan patroli pengamanan di jalur tersebut agar kedepan tidak ada lagi korban.

Laporan : Biro NTT _ Tim Liputan
Editor : Redaktur Bidik News