Kades di NTT Diduga Manipulasi Dana BLT CoViD-19

550

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur – Yosep Hamanto Pratikno, Kepala Desa Benteng Wunis, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT, diduga memanipulasi dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk penanganan Covid-19 bagi warga terdampak di Desa Benteng Wunis. Hal tersebut dikatakan Podensiana Ndauk, warga Dusun Compang Lewar.

Ia mengaku, nama Suaminya Hironimus Jens, terdaftar sebagai calon penerima dana BLT dalam data base desa. Namun ironisnya, secara sepihak sang Kades menghapusnya lantaran pada saat penerimaan, Hironimus tidak ada di tempat.

“Waktu penerimaan tahap pertama bulan April lalu, suami saya berada di luar daerah. Namun pada saat suami saya pergi terima saat jadwal ke dua bulan Mei, Pak Kades bilang namanya sudah terbakar,” ucap Podensia, Senin (5/10/2020).

Advertise

Baca Juga

Tak hanya itu, warga lainnya bernama Veronika Ner (45) salah satu penyandang disabilitas di Dusun Golo Tango, mengaku tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah, padahal dirinya masuk dalam kategori dan kriteria calon penerima.

“Saya cacat sejak lahir pak. Selama saya hidup tidak pernah mendapat bantuan. Baik itu PKH, Bansos, BPNT dan BLT DD,” kata Veronika polos.

Yosep H. Pratikno, Kepala Desa Benteng Wunis, saat diwawancarai Bidik News, membenarkan bahwa dirinya telah memberhentikan Hironimus sebagai calon penerima BLT.

“Semua itu berdasarkan kesepakatan bersama antara aparat desa dan pihak kecamatan. Pas kami mau bagi, dia (Hironimus_red.) sedang berada di luar. Kami sempat ke rumahnya tapi tidak ada orang,” tandas Yosep.

Terkait penyandang disabilitas, dirinya menjelaskan, pihaknya sudah mengusulkan permohonan baru di Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur.

“Saya sudah mengajukan usulan baru untuk Tiga KK di Dinas Sosial termasuk Dua penyandang disabilitas di Desa ini,” pungkasnya.

Informasi yang diperoleh Bidik News dari masyarakat setempat, sang Kades belum melakukan pembagian BLT tahap Dua pada bulan Juli, Agustus, September sebesar 300 ribu.

Laporan : Biro NTT _ Nardi Jaya
Editor     : Redaktur Bidik News