Kades Petleng (Alor) Dilaporkan Atas Dugaan Perbuatan Melawan Hukum Dan Korupsi, Kini Ditangani Kejari Alor

867
Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Alor, De Indra saat diwawancarai Wartawan Bidik News di ruang kerjanya, Senin 30 Mei 2022.

BIDIKNEWS.id, Alor - Menindaklanjuti laporan pertama, perwakilan masyarakat Desa Petleng kembali mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Alor, Jumat 20 Mei 2022. Kehadiran mereka tidak lain ialah untuk mempertanyakan laporan pertama terkait adanya indikasi perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Gedion Maata selaku Kepala Desa Petleng, Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU), Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Diwaktu yang bersamaan, perwakilan masyarakat ini juga memberikan beberapa dokumen atau bukti tambahan terkait dengan indikasi tersebut.

Ruben Hery Rualbeka perwakilan masyarakat Desa Petleng kepada Bidik News, Selasa (24/5/2022) menegaskan, akan terus mengawal laporan yang telah disampaikan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Alor di Kalabahi.

Advertise

“Ya, kemarin kita sudah bertemu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Alor (De Indra) di Kantor. Kita sudah masukan tambahan 3 indikasi perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh saudara Kepala Desa Petleng (Gedion Maata), nanti akan digabungkan dengan laporan kita yang pertama, dari penyidik kejaksaan akan mempelajari lagi apakah masuk dalam unsur administrasi atau perbuatan yang merugikan keuangan negara," tegasnya.

Perwakilan masyarakat Desa Petleng saat memberikan 3 dokumen sebagai data tambahan untuk memperkuat laporan mereka terhadap Kepala Desa Petleng Gedion Maata di Kejaksaan Negeri (Kejari) Alor, Jumat 20 Mei 2022.

Ruben membeberkan 3 point tambahan indikasi perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Kepala Desa Petleng, Gedion Maata yang telah di berikan kepada Kejari Alor.

"(1) Belum ada penetapan APBDS Desa Petleng 2022 dan pembahasan silpa 2021 tetapi sudah dilakukan kontrak kerja dan pekerjaan sudah dilakukan oleh suplayer yakni saudara Jhon Bethan. (2) Penyalagunaan kewenangan oleh Kades Petleng dalam pengangkatan sekretaris Desa Petleng yang sudah lewat batas Usia minimal 20 Tahun dan maksimal 42 Tahun, ini bertentangan dengan UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang pemberhentian dan pengangkatan perangkat Desa dan Perda Kabupaten Alor Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Pengangkatan dan pemberhentian perangkat Desa. (3) Belum ada Pertanggungjawaban Keuangan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Petleng Tahun 2021 sampai sekarang, dari ketiga laporan ini kita sudah serahkan dengan beberapa bukti untuk memudahkan Penyidik Kejaksaan Negeri Alor," terang Ruben.

Plank KPK soal retribusi pajak diduga belum di bayar oleh Desa Petleng baru-baru ini ditempel di Kantor Desa Petleng.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Alor Abdul Muis Ali, SH., MH., melalui Kepala Seksi Intelijen De Indra, SH., yang dikonfirmasi Bidik News di ruang kerjanya, Senin (30/5/2022) membenarkan adanya laporan perwakilan masyarakat Desa Petleng terkait indikasi perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Gedion Maata selaku Kepala Desa Petleng.

"Terkait (laporan) itu, sementara ini kita teman-teman masih bikin (proses) telaah dulu. Apakah kemudian (laporan) ini ditindaklanjuti atau tidak! Memang ada kemungkinan kegiatan (laporan) itu ditindaklanjuti. Apakah laporan itu benar atau tidak, kita klarifikasi dulu. Biasanya kita panggil-panggil orang terkait (laporan) itu, kalau memang benar, kita naikkan (status) ke Puldata dan Pulbaket," ujar De Indra.

"Semakin banyak data dan dukungan yang diberikan, semakin cepat kita bikin (proses) telaah," pungkasnya.

Saat ditanya awak media terkait berapa lama proses telaah laporan indikasi perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Gedion Maata selaku Kepala Desa Petleng sejak dilaporkan perwakilan masyarakat Desa Petleng, Kasi Intel Kejari Alor ini belum bisa memastikan waktunya.

"Belum bisa kita pastikan (waktunya/red). Kita pelajari dulu. Prosesnya ini kan klarifikasi dulu, nanti kalau betul laporan tersebut baru kemudian kita naikan ke Puldata, Pulbaket. Pengumpulan Bahan Keterangan dan Pengumpulan Data, kita kaji lagi disitu," ungkap De Indra.

Selain Desa Petleng, Kejari Alor kata De Indra, tengah menangani kasus DAK Dinas Pendidikan Kabupaten Alor tahun 2019.

Diberitakan RADARPANTAR.com, pada 26 April 2022 lalu, diduga kuat salah gunakan dana desa, Kepala Desa Petleng, Kecamatan Alor Tengah Utara dilaporkan warga ke Kejaksaan Negeri Alor. Kepala Kejaksaan Negeri Alor Abdul Muis Ali, SH, MH melalui Kepala Seksi Intelijen De Indra, SH membenarkan jika pihaknya sudah menerima laporan dimaksud.

Melalui surat Tanggal 18 Maret 2022, salah seorang warga Desa Petleng, Ruben Heri Rualbeka melaporkan dugaan korupsi Dana Desa dan Dana Alokasi Desa Tahun 2020 yang diduga dilakukan Kepala Desa Petleng, Gedion Maata.

Dalam laporannya, Ruben membeberkan, penyimpangan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa Tahun 2020 sesuai temuan dalam LHP BPK RI Perwakilan NTT sebesar Rp. 266 juta lebih tetapi hingga saat ini tidak dilakukan laporan pertanggung jawaban keuangan desa.

Dugaan korupsi lain yang diduga dilakukan Kepala Desa Petleng dalam laporan itu antara lain, penyimpangan dana penyelenggaraan desa siaga kesehatan (Covid 19) sebesar Rp. 79 juta lebih Tahun 2021. Dugaan penyimpangan dilakukan berdasarkan fakta di lapangan bahwa pemerintah Desa Petleng pada Tahun 2021 hanya melakukan pembagian masker tetapi itupun tidak semua masyarakat mendapatkan masker. Dan dugaan terdapat mark up anggaran.

Kepala Desa Petleng Gedion Maata melalui laporan warga itu juga diduga menjual aset Desa Petleng berupa sebidang tanah kepada Nicolas Yo yang beralamat di Batunirwala seharga Rp. 15 Juta pada Tahun 2020. Dari hasil penjualan yang diperuntukan untuk pengadaan keramik Aula Kantor Desa Petleng akan tetapi hingga saat dilaporkan ke kejaksaan tidak ada realisasi. Kepala Desa Petleng Gedion Maat juga dinilai warga membiarkan kekosongan jabatan Sekretaris Desa Petleng sejak Mei 2020 sampai dengan saat ini sehingga warga minta agar pihak berwajib mengaudit penghasilan tetap (Siltap) ADD Sekretaris Desa Petleng dari tahun 2020 sampai 2022.

Menurut warga, ada upaya menguntungkan diri sendiri atau pribadi oleh saudara Kepala Desa Petleng pada Tahun 2019/2020 sumur bor bantuan Pemda Alor melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Alor sebagai sumur bor untuk Kantor Desa Petleng dan masyarakat sekitarnya tetapi Kepala Desa Petleng mengubah lokasi lokasi sumur bor ke pekarangan pribadi/rumah pribadi.

Hingga berita ini tayang, Kepala Desa Petleng, Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU) Gedion Maata belum berhasil dikonfirmasi Bidik News.

Laporan/Editor: Markus Kari