Kades Rondo Woing Akui Kerusakan Lapen Karena Tanpa Drainase

247

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur – Robertus Kantur, Kepala Desa Rondo Woing, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, angkat bicara menanggapi pemberitaan Bidik News tentang pengerjaan lapen yang diduga asal jadi padahal usianya belum genap sebulan.

Dihubungi melalui sambungan Telepon, Senin (28/9/2020), Kantur mengakui kerusakan lapen karena tidak memiliki drainase. “Waktu itu sempat hujan deras di sini. Karena tidak ada drainase, air dari sawah itu mengalir di aspal,” tandas Robertus.

Menanggapi hal tersebut, Kantur menyayangkan tim teknik perencanaan yang merencanakan pembangunan di desanya tersebut tanpa ada drainase.

Advertise

Baca Juga

Ia menjelaskan, dalam papan tender proyek tersebut, waktu pengerjannya berlangsung selama 130 hari kalender.

Bidik News dalam pemberitaan sebelumnya, pengerjaan proyek Lapisan penetrasi (Lapen) di Desa Rondo Woing, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, diduga asal jadi.

Hal ini diketahui di bebeberapa titik jalan, aspal tampak terkelupas dan hancur. Padahal, proyek dengan pagu dana 580 Juta lebih tersebut, usia pengerjaannya belum genap sebulan.

ST (22), Warga Dusun Colol, Desa Rondo Woing mengatakan hal tersebut, saat ditemui Bidik News, Senin (28/9/2020). “Kami sangat kecewa dengan kualitasnya proyeknya. Anggaran yang begitu banyak tetapi hasil kerjanya asal jadi,” tandas ST.

Kepada Bidik News, ia berharap, sebisa mungkin anggota DPRD Matim datang memeriksa jalan tersebut mengingat kondisi ril yang terjadi dilapangan sangat memprihatinkan dan tidak sebanding dengan besarnya dana yang dikucurkan.

Laporan: Biro NTT_Nardi Jaya
Editor : Redaktur Bidik News