Kades Rowomarto Ditangkap Polisi, Camat Himbau Wartawan Hati-hati Menaikkan Berita

1501

BIDIKNEWS.id, Nganjuk - Beredar kabar Kepala Desa Rowomarto, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, HRY ditangkap Polisi karena diduga terlibat kasus pembuatan uang palsu (upal).

Hal tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Gatot Repli Handoko. Ia menjelaskan, hingga saat ini, Polda Jatim masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus yang menjerat Sang Kades.

"Penyidikan masih terus dilanjutkan," kata Gatot, melansir Radarkediri.jawapos.com.

Advertise

Sementara itu, pantauan Bidik News Selasa (9/3/2021), aktivitas pemerintahan di Kantor Desa Rowomarto tetap berjalan seperti biasanya. Sutrisno, Kaur Keuangan Desa Rowomarto, mengaku, pihaknya belum mendapatkan surat pemberitahuan dari kejaksaan maupun pengadilan terkait kasus yang melilit Kades Rowomarto.

"Kami kaget mendengar kabar kalau kades Rowomarto  kena masalah hukum. Pelayanan di Desa tetep berjalan, tapi kalau sifatnya terkait wewenang Kades, kami juga menunggu instruksi dari BPD," ujarnya.

Bidik News kemudian mendatangi Kantor Camat Patianrowo. Ditemui di loby Kantor Kecamatan, Sugeng Haryanto, camat setempat menegaskan bahwa meski Kades Rowomarto ditahan di Polda, tapi itu belum bisa dikatakan tersangka.

Disinggung soal kasus yang menimpah HRY, pihak Kecamatan mengaku tidak tahu sama sekali.

"Informasi di luar memang begitu, tapi belum bisa dipastikan kalau Kades tersandung masalah," ucap Haryanto.

Ia bahkan menyarankan Wartawan agar selalu berhati-hati dalam menaikkan Pemberitaan. "Hati-hati, karena belum jelas perkaranya, meski yang bersangkutan ditahan Polisi," imbuhnya.

Kendati demikian, Camat yang baru menjabat tersebut, berharap, pelayanan publik di Desa tetap berjalan. Ia memastikan bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan pengawasan dan pendampingan secara edukatif untuk pelayanan publik di Desa tersebut.

"Kami masih terus menunggu sampai ada putusan resmi. Kalau memang sudah jelas statusnya tersandung masalah, kami akan laporkan ke atas," tutupnya.

Laporan: Biro Jatim_Kuswanto
Editor: Nardi Jaya