Kadis PMD Alor Sepakat Pemecatan secara kolektif Perangkat Desa Kayang

490

Alor, bidiknews.net – Masih belum selesai juga persoalan di Kayang. Desa di bagian Barat Laut Pulau pantar ini menyita perhatian publik Masyarakat Alor. Sebagai ibukota Kecamatan Pantar Barat Laut, Kayang cukup mewarnai proses demokrasi pemilihan kepala desa lalu dengan berbagai persoalan yang belum jelas titik temunya.

Kepala Desa Kayang terpilih, Taslim Apah membuat gebrakan yang mengejutkan!, semua perangkat Desa pada periode lalu diberikan hadiah Surat Keputusan (SK) Pemberhentian. Pemberian SK Pemberhentian itu bukan tanpa alasan?, tersurat dalam SK itu guna kepentingan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan Desa.

Sebagaimana bunyi SK Pemberhentiannya; Menimbang, Bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, di lingkungan pemerintahan Desa Kayang, dipandang perlu untuk memberhentikan nama nama (Perangkat Desa), sebagaimana diketahui, SK yang dikeluarkan oleh Kepala Desa tersebut secara kolektif untuk semua perangkat desa lama.

Advertise

Baca Juga

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Alor, Muhammad Bere, SH membenarkan tindakan kepala Desa, ditanya soal pemberhentian itu sudah mengikuti regulasi atau tidak, beliau menjawab sudah sesuai dengan Permendagri dan Perda Alor Nomor 3 tahun 2018 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

“Kepala Desa punya kewenangan, tinggal berkonsultasi dengan camat, camat buat rekomendasi itu sudah benar itu”. Ujar Mat Bere. Sapaan Kadis PMD Alor, saat ditemui di kediamannya pada Rabu, 05/02/2020.

Kadis PMD juga mengakui jika sudah bertemu dengan 6 kepala Desa di Kecamatan Pantar Barat Laut, termasuk Kayang, dan memberikan arahan arahan mengenai regulasi yang berlaku. Lebih lanjut beliau juga menyampaikan untuk aset desa segera diserahkan.

“Segera kalian serah terima,… kemudian dari tahun ke tahun itu aset aset apa saja diserah terimakan,… Barang barang kecil seperti cap, apa semua itu diserahkan semua, semua itu aset aset desa. Tapi ternyata tidak itu, Amburadul semua kok itu”. Cetusnya.

Ada 6 Posisi yang diberhentikan, berikut daftar nama dan jabatannya;
1. Amiruddin Leki. Jabatan; sekretaris,
2. Syafruddin Kaisoli. Jabatan; Kasi Pemerintahan,
3. Muhajir Soge. Jabatan; Kasi Kesejahteraan dan Pelayanan
4. Taslim Saka. Jabatan; Kaur Keuangan
5. Burhan Landa. Jabatan; Kaur Umum dan Perencanaan,
6. Kasman Leky. Jabatan; Kepala Dusun 1.

Tidak terima dengan Kebijakan ini, Ke-6 nama nama tersebut berencana membawa persoalan ini ke ranah hukum.
“Kita sudah sepakat untuk bawa persoalan ini ke PMD, Pengadilan, dan PTUN!”, Tegas Burhan Landa, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler pada Rabu, 05/02/2020.

Redaksi Bidik News