Kadis PUPR Matim Apresiasi Masyarakat Bhamo

118

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur – Yosep Marto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), mengapresiasi kekompakan masyarakat Bhamo atas kepeduliannya mengontrol pembangunan di daerahnya.

Menurut Marto, masyarakat Bhamo telah menggunakan jalur yang tepat sesuai aturan dalam menyampaikan keluhan dan aspirasinya.

“Pemerintah tidak sendiri mengawasi jalannya pembangunan. Terima kasih Media dan masyarakat,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Senin (12/10/2020).

Advertise

Baca Juga

Pihaknya berjanji untuk mengerjakan kembali titik-titik jalan yang mengalami kerusakan, paling lambat bulan Desember mendatang.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat Bhamo, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur pada Senin, (12/10/2020). Mereka datang mengadu terkait kerusakan jalan lapisan penetrasi (lapen) di jalur Munde – Muting yang tak kunjung diperbaiki oleh pihak pelaksana, CV Budi Bakti.

Rino Mangi (25), salah satu warga, saat diwawancarai Bidik News mengatakan, pihaknya menagih janji Kontraktor pelaksana, bahwasannya akan memperbaiki kerusakan yang dimaksud sebelum Final Hand Over (FHO) pada Desember mendatang.

“Kali lalu Kontraktor CV Budi Bakti berjanji untuk memperbaiki kerusakan lapen di beberapa titik. Karena menurut dia, saat ini masih dalam tahap pemeliharaan. Ini sudah bulan Oktober. Kapan dia mulai kerja. Sebentar lagi mau FHO,” ungkap Rino

Sementara itu, Bernadus Nuel, Wakil 1 DPRD Matim, mengapresiasi langkah yang diambil masyarakat Bamo dalam mengontrol pembangunan di daerahnya. Hal tersebut, menurut Nuel, sangat penting agar pihak Kontraktor dapat mempertanggungjawabkan kewajibannya sesuai ketentuan.

“Ini sangat penting sebegai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pembangunan,” tandas Nuel.

Proyek jalan lapen dengan nama paket Munde – Muting di Kecamatan Kota Komba, dikerjakan dengan volume 1700 meter. Proyek tersebut menghabiskan anggaran senilai 1.437.372.000,00. Dibeberapa titik tertentu, jalanan tersebut terpantau rusak, padahal usianya belum genap setahun.

Laporan: Biro NTT _ Nardi Jaya
Editor    : Redaktur Bidik News