Kagum Pantai Kuta-nya Alor, Kadis Ripka: Pengadaan Perahu Wisata Dalam Pergumulan Pemda Alor

212

BIDIKNEWS.id, Alor - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Ripka S. Jayanti sangat kagum dengan keindahan destinasi wisata pasir panjang di Desa Delaki, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Hal itu Ia ungkapkan saat ditemui Bidik News di ruang kerjanya di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Kalabahi, Senin (14/2/2022).

Menurutnya, Wisata Pantai Pasir Panjang berwarna putih dengan panjang kurang lebih 1 kilometer yang dilengkapi dengan sejumlah Homestay dan beberapa Lopo serta 1 buah panggung ini sangat mirip atau diistilahnya Pantai Kuta (Bali) nya Alor.

Memang lanjutnya, tujuan Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Alor membangun fasilitas pendukung Wisata seperti Homestay yang ada di Pantai Delaki itu untuk menarik minat wisatawan baik itu lokal, domestik (nasional) maupun internasional.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Ripka S. Jayanti.

"(Wisata Pantai Pasir Panjang Delaki) bagi saya tidak kalah lah dengan Pantai Kuta (Bali). Dan memang pantai itu sangat luar biasa exoticnya dengan hemburan ombaknya itu besar, deras (dan) nonstop tidak memandang musim. Itu menjadikan satu destinasi wisata yang menjanjikan. Sehingga kebijakan pemerintah meletakkan pembangunan Homestay disitu untuk kedepannya orang tidak (hanya) ke Sebanjar saja, Maimol saja, tetapi ada satu destinasi wisata unggulan yang luar biasa yang tersembunyi disana (Delaki) yang harus kita sampai. Sehingga fasilitas pendukung (Homestay) itu kita bangun untuk bisa orang ketika berkunjung kesana bisa menetap lama untuk menikmati deburan ombak (dan) Gelombang itu bisa dijadikan selancar, serving dan lain-lain," ungkap Kadis Ripka sambil menjelaskan.

Selain Homestay, jangkauan jarak dari Ibukota Kabupaten Alor yang cukup jauh dan fasilitas pendukung lainnya seperti kondisi ruas jalan yang sangat rusak parah jika dengan menggunakan transportasi darat menuju salah satu Destinasi Unggulannya Surga Kecil di Timur Matahari ini.

"(Wisata Pantai Pasir Panjang Delaki) Sangat luar biasa. Tapi itulah jangkauan jarak transportasi (cukup jauh). Itulah yang menjadi pergumulan kami pemerintah daerah. Melalui sumber dana sebenarnya tahun (2021) lalu itu sudah diintervensi dengan dana Kementerian Desa (Daerah Tertinggal dan Transmigrasi) untuk pembangunan jalan menuju ke Destinasi Wisata Delaki itu kami (Alor) dapat sekitar 3 M. Tapi sangat disayangkan sementara berproses, tiba-tiba dari Kementerian Desa (Daerah Tertinggal dan Transmigrasi) dikenakan refurcusing termasuk fasilitas jalan menuju Delaki (Wisata Homestay Pantai Pasir Panjang) itu juga terpangkas, sangat disayangkan," ungkapnya.

Kondisi Homestay sebagai fasilitas pendukung Wisata Pantai Pasir Panjang di Desa Delaki sebelum diobrak-abrik Badai Siklon Tropis Seroja pada 4 April 2021 lalu.

Kadis Ripka mengungkapkan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Alor terus berupaya untuk menjawab kemudahan transportasi khusus laut dari Kalabahi, Ibukota Kabupaten Alor ke Pantai Wisata Homestay Pantai Pasir Panjang.

Lebih lanjut, katanya, dalam perencanaan Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes DTT) di tahun anggaran 2022 akan ada alokasi dana untuk pengadaan perahu wisata.

"Perahu wisata ini akan kita koordinasikan dengan Dinas Perhubungan (Kabupaten Alor) untuk membuka rute Kalabahi-Delaki. Ini yang sementara menjadi konsep perencanaan kami bekerja sama dengan Kementerian Desa (Daerah Tertinggal dan Transmigrasi) membantu adanya fasilitas transportasi yang bisa menghubungjan Kalabahi-Delaki," ujarnya.

Ripka yang sudah cukup lama menjabat sebagai Kadis Pariwisata Kabupaten Alor ini mengajak Pemerintah Desa, elemen masyarakat, Pemuda yang tergabung dalam Karangtaruna Desa Delaki dan juga Jurnalis Media Pers dan Online agar dapat berkolaborasi mempromosikan Destinasi Wisata di Pulau Seribu Moko ini khususnya Wisata Homestay Pantai Pasir Panjang.

"Saya berharap mereka (Karangtaruna) ini harus mempromosikan melalui media sosial yang ada. Tidak hanya sekedar beraktivitas. Tetapi kalau beraktivitas kalau tidak ada pengunjung, tidak dikenal orang (maka) sama saja," pintanya.

"(Wisata Homestay Pantai Pasir Panjang) ini ada aset Pemerintah Kabupaten Alor, maka tentu destinasi pariwisata yang ada di Delaki (Alor-NTT) ini bukan semata-mata menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Alor dalam hal ini Dinas Pariwisata, tetapi menjadi tanggungjawab seluruh pemangku kepentingan, seluruh masyarakat khususnya yang ada di Delaki untuk menjaga, merawat, memelihara aset yang ada ini. Sehingga tidak cepat rusak, tidak cepat hancur, tetapi bisa dinikmati oleh siapa saja (banyak orang) yang berkehendak hati untuk ada dan berwisata menikmati Anugerah Tuhan yang ada di Delaki itu," tutup Kadis Pariwisata Kabupaten Alor.

Laporan/Editor: Markus Kari