Kalah di MUNAS, Menang di Penetapan Rapat Harian PB HMI.

5
Musyawarah Nasional Bakornas LKMI PB HMI di Cisarua, Bogor 3-5 Agustus 2018 berjalan sesuai mekanisme yang di atur dalam AD/ART HMI, salah satu agenda memilih Formatur/Direktur Eksekutif periode 2018-2020.
Hasil dari munas tersebut fachrurrozy Basalama terpilih sebagai Formatur Bakornas LKMI PB HMI. Hasil dari 19 cabang dengan perolehan suara 10. sedangkn Repil Ansen 9 suara.
Proses pemilihan itu sesuatu mekanisme yang ada dan di pandu oleh 3 presidium dan peserta munas.
Namun kabar buruk munculnya penetapan  Repil Ansen sebagai formatur LKMI PB HMI periode 2018-2020 dengan cara voting. 
Aktivis aktivis HMI protes terkait penetapan ini, salah satunya datang dari HMI Cabang Makassar, Halim Minggelle; “dimana logikanya?? Jelas-jelas bawah yang terpilih kemarin di farum itu kakanda fachrurrozy basalama dengan perolehan 10 suara dari 19 cabang”,
“Yang terpilih siapa yang di tetapkan siapa”?? Sangat di sayangkan kepengurusan PB-HMI hari ini.” Lanjut Halik 
Ini sangat mencederai roda organisasi yang tertera dalam AD/ART
Direktur LKMI cabang Makassar mengecam tindakan PB-HMI yg hari ini menetapkan Repil Ansen sebagai formatur sebab menurut direktur LKMI cabang Makassar terpilihnya Fachrurrozy Basalama itu sdh sesuai mekanisme dalam forum munas.
Halik, yang juga sebagai salah satu presidium sidang munas menanggapi ketetapan Repil Ansen sebagai formatur ini menanggapi penetapan terkait karna adanya sesuatu yang harus dubuka selebar lebarnya, “tidak lain dan tdk bukan karena adanya kepentingan yang sangat politis hal ini saya sangat kecewa sebagai kader HMI. 
Dan saya memintah pengurus Besar menghargai proses yang telah di lalui
Seorang peturang sejati pantang berbuat curang” tutup Halik.