Kasubbag Humas Polres Gowa Dinilai Intervensi Hak Jurnalis yang beritakan Kasus Biringbulu

7

Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Polres Gowa dinilai intervensi hak Jurnalis. Pasalnya, berita yang dimuat di beberapa media sebelumnya tentang tenggelamnya kasus yang berada di Mapolsek Biringbulu dari tahun ke tahun belum ada kejelasan.

Menanggapi berita yang dikirim awak media di grup WhatsApp “Grup 1 Media Polres Gowa”, AKP Mangatas Tambunanpun ikut berkomentar terkait berita tersebut. Awalnya berita itu ditanggapi oleh Kasubbag Humas dengan bertanya “Bapak mengerti kejadian awal ini kah pak?”. Entah apa maksud pak kasubbag Humas bertanya seperti itu.

Lebih lanjut, Kasubbag Humas juga mempersilahkan kepada pelapor agar melanjutkan di kasus tersebut ke Propam Polda.
“Kalau pelapor merasa keberatan, silahkan langsung ke Propam pak” tulis Kasubbag di Grup Media Polres.

Kasubbag Humas terus menyuruh jurnalis untuk menginformasikan perihal tersebut kepadanya. Namun Ada anggota grup yang ikut berkomentar soal yang lebih berkapasitas menjawab persoalan ini.
“Kami sudah konfirmasi ke Kanit res birbul dan kasat res polres Gowa, makanya kami muat beritanya, data ada sama tim kami” tulis Zaenal, salah satu anggota grup.

“Kenapa tidak ke saya bapak konfirmasi, saya kan ada di grup ini sebagai Humas. Biar saya yang minta baketnya” jawab Kasubbag Humas. 
“Saya kira, Kanit dan kasat lebih tau kasus ini” lanjut Saenal.

Kasubbag Humas juga mempertanyakan kapasitas pengirim berita, apakah sebagai Media atau LSM. Bahkan menyuruh jangan di grup jika LSM.
“Jika Anda LSM jangan di grup ini” ujar Kasubbag Humas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus dimaksud telah bergulir di Polsek Biringbulu dari 2017 lalu, dan telah dilaporkan kembali dengan kasus berbeda di Mapolres Gowa akibat tidak berlanjutnya kasus 2017, hingga berefek di 2018 dan 2019.

_Redaksi Bidik News_