Kenal di Medsos, Mawar Digilir Empat Sumo Asal Nganjuk

222

BIDIKNEWS.id, Nganjuk - Dua dari empat pelaku pencabulan anak dibawah umur sebut saja bunga (15) diciduk Tim Rajawali 19 Satreskrim Polres Nganjuk. Korban yang merupakan warga Dusun Santren, Desa Ngumpul Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk ini digilir para pelaku di rumah salah satu pelaku di Desa Sekaran Kecamatan Loceret, Nganjuk, kejadiannya Ahad (8/11/2020) sekira jam 15.00 WIB.

Para pelaku masing masing berinisial, WS (20), MN (24). Keduanya warga Desa Sekaran, Kecamatan Loceret sedangkan MN warga Desa Batembat Kecamatan Pace
“Kedua pelaku sudah diamankan di Polres Nganjuk,” kata Kasubbag Humas Iptu Roni Yumantara.

Dua pelaku lainnya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diantaranya; DE dan DK. Saat ini dua DPO pelaku masih dalam pengejaran Tim Rajawali 19 Satreskrim Polres Nganjuk.

Advertise

Informasi yang diterima Bidik News, pemerkosaan terjadi berawal dari korban berkenalan dengan salah satu pelaku WS melalui media sosial (medsos) Facebook.

Kepada polisi, WS mengaku mengenal korban melalui media sosial. Dari perkenalan itu, pelaku WS menyampaikan kepada temannya soal dia mengenal seorang wanita yang lain. Para pelaku menyusun rencana di rumah WS untuk melakukan perbuatan tersebut di rumahnya.

Pelaku WS menjemput korban sebut saja Mawar, di rumahnya. Awalnya korban mengajak temannya HR naik motor menuju kerumah WS. Ajakan ini akal akalan pelaku saja. Karena bukannya ketemuan, dirumahnya WS sudah ada 3 orang yang menunggu kehadirannya bahkan ketiga temannya menengak minuman keras jenis arak jowo.

Saat di ruamh, korban malah diajak pelaku WS, DE dan DK berhubungan badan layaknya suami istri di rumahnya. Karena disana telah menunggu rekan dari Pelaku WS yaitu Pelaku DE dan DK (DPO). Disana para pelaku memperkosa korban secara bergantian.

Polisi menangkap kedua pelaku di rumahnya masing masing. Namun saat akan menangkap DE dan DK di kediamannya, pelaku sedang tidak berada disana. Para pelaku dijerat Pasal 81 dan Pasal 82 UU No 35 tahun 2014 atas perubahan UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Laporan : Biro Jatim _ Kusno
Editor : Redaktur Bidik News