Kicauan Sang Pipit di Sangkar Merpati, Tentang Identitas dan Entitas

7


Oleh      : Rais Syukur Timung, S. Ip
Editor  : Sya’ban Sartono (Redaktur)

Bahasa adalah Identitas manusia.
bahasa adalah budaya manusia.
bahasa adalah jati diri manusia.
Bahasa adalah simbol, makna dan ayat.

Bahasa adalah instrumen manusia dalam berinteraksi, Bertukar pikiran dan mengirimkan pesan sesama manusia.

Advertise

Baca Juga

Di daerah Nun jauh di sana, di indonesia bagian Timur tepatnya di Kabupaten Alor yang di daulat sebagai Negeri seribu Moko. Tercatat 50-an bahasa resmi dari 100 bahasa.

Dari 100 lebih menjadi 50-an bahasa yang tertinggal. Cukuplah sebagai kesimpulan sementara bahwa ada banyak Identitas, jati diri dan Instrumen bertutur yang di wariskan leluhur pada generasi penerusnya telah di renggut oleh waktu dan menjadi serpihan kenangan karena tidak adanya keseriusan dari semua elemen baik dari skala yang paling rendah (Masyarakat) sampai skala yang paling tinggi (Pemerintah Kabupaten) yang  melestarikan dan menjaganya.

Bahkan menurut cerita rakyat yang berkembang dan di himpun oleh LIPI, Itu masih lebih sedikit dari fakta empirik yang ada. Artinya masih banyak benang-benang terurai dari jati diri kita yang mesti di Sulam dan di tenun kembali.

Angin segar berhembus dari seorang anak muda dari Desa Apui yang membuat kamus bahasa kampungnya dan mengajarkan pada sekolah-sekolah dasar.

Tetap begitu kawan sebab tidak banyak yang menyisihkan waktunya dan punya keseriusan dalam menjaga dan merawat Identitas kedirian kita.

Saya lupa Namamu Kawan, namun cukuplah spirit dan perjuanganmu menjadi pemantik buat anak negeri seribu moko yang lainnya, bahwa sudah sepatutnya generasi muda menjadi garda terdepan dalam mengukuhkan kedirian Identitas daerahnya.

Ekspo tahunan yang diadakan pemerintah Kabupaten Alor dan menghabiskan anggaran bermilyar-milyaran harusnya menjadi ruang akselerasi dalam memperkenalkan Identitas Bahasa juga yang kian di renggut oleh Zaman.