Koalisi Penjual Ikan Lipa Kalabahi Adu ke DPRD, Diproteksi Polisi Saat Aksi

67

BIDIKNEWS.id, Alor - Delegasi Koalisi Penjual Ikan Lipa Kalabahi mendatangi Kantor DPRD Alor, Selasa, 25/5/2021 menyampaikan kekesalannya terkait tindakan Kepolisian dalam penanganan massa aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Alor soal rencana pembongkaran bansal pasar Ikan di Lipa.

Sebagaimana Selebaran pemberitahuan aksi yang diterima Bidik News, berkop surat Koalisi Penjual Ikan Pasar Rakyat Lipa Kalabahi, tertera titik aksi yang akan dilalui oleh massa adalah Lapangan Mini Kalabahi, Pasar Lipa, Kantor Dinas Perdagangan, Kantor Bupati dan berakhir di DPRD Alor.

Namun menurut salah satu utusan yang menemui Ketua dan Wakil Ketua DPRD, massa aksi justru dibentak dan dipaksa Polisi untuk meninggalkan rekan mereka yang masih menemui Wakil Bupati di ruangannya sesaat setelah aksi berlangsung.

"Mama mama yang ikut aksi sama kami yang tunggu diluar dibentak dan dipaksa pulang, dibawa lari menggunakan dalmas oleh anggota polres alor" tutur Nelson kepada Bidik News. Rabu, 26/5/2021.

Aksi mereka yang awalnya sesuai pemberitahuan di beberapa titikpun dicegat oleh anggota Polres.
"Saat oto pickup kami tiba di lapangan mini, kami langsung ditunjuk dari jauh disuruh putar balik arah," tambah Nelson.

Sebagaiman rencana massa aksi, setelah menemui Bupati dan Wakil Bupati, mereka hendak bertemu Anggota DPRD Alor untuk membacakan pernyataan sikap mengenai rencana pembongkaran pasar ikan yang dilakukan oleh Satpol PP, namun niat mereka dihalangi dan sebagian mereka dipaksa pulang

"Kami keluar ternyata Kasat Intel Polres Alor mendesak massa aksi untuk segera pulang ke pasar dan sebagian besar berhasil dibawa pergi menggunakan dalmas polres," beber salah satu utusan.

Mereka menyampaikan kekesalannya, juga menduga tindakan Polisi dalam memproteksi massa sangat syarat politis. Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa poin pernyataan sikap yang dilarang untuk dibaca di depan kantor Bupati yang diantara poin itu adalah kritikan terhadap kinerja Bupati.

Hal lain yang dirasa aneh adalah setelah menyampaikan aspirasi dengan Wakil Bupati, massa justeru diarahkan oleh Anggota Polisi untuk pulang dan tidak membiarkan aksi di depan gedung DPRD. Sedangkan didalam gedung, Ketua dan Wakil bahkan telah menunggu utusan untuk didengar pernyataannya.

"Polisi itu kan tugasnya mengamankan, dia tidak boleh terlibat politik. Tidak juga mengakomodir siapapun dalam penanganan aksi, masa rekan kami datang bawa pickup pulang diantar dalmas, padahal pickup masih ada kosong, kan ini politis kelihatannya kita dihalangi untuk ke DPRD. Ada apa?." Kesalnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Alor belum memberikan keterangan resmi mengenai penanganan aksi yang dilakukan oleh anggota Polisi di lapangan.

Laporan/Editor : Redaktur Bidik News