KONTEKSTUALISASI MAKNA HIJRAH

4

Oleh Derhana Bulan Dalimunthe Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Konsentrasi Hermeneutika Al-Qur’an Email: derhanabulan1995@gmail.com Hijrah merupakan kata yang tidak asing dalam masyarakat Indonesia. Kata tersebut berasal dari bahasa Arab yakni Hajara Yahjuru Hajran yang berarti memutuskan hubungan, lawan kata dari al-Wasl berarti menyambung. Sedangkan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terdapat dua pengertian. Hijrah yakni perpindahan Nabi Muhmammad Shallallahu’alaibi wasallam.dari Mekah ke Madinah untuk menghindari tekanan kaum Quraisy dan berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu. Dalam pandangan agama terdapat beberapa arti yang dijelaskan Ulama. Hijrah menurut Ibnu Taimiyyah, Ibn Hajar al-Atsqalani serta Ibn Arabi adalah perpindahan dari negeri kafir atau negeri yang dalam keadaan darurat (Dar al-Kufr Wa al-Harb) menuju negeri muslim (Dar al-Islam). Hijrah ini kemudian mengalami tranformasi makna dari masa Nabi hingga sekarang. Hijrah yang tidak hanya sekedar tentang perpindahan tempat, perpindahan perbuatan buruk kepada yang baik saja. Melainkan, makna hijrah menjadi sangat luas dan menjadi sebuah hal yang harus dilakukan setiap orang. Mulai dari hijrah berpakaian, berbahasa, amalan, ataupun terhadap segala aspek kehidupan yang dianggap harus dilakukan perubahan melalui yang namanya hijrah. Hijrah tidak bisa dipahami secara teks saja melainkan secara kontekstual. Hijrah menjadi titik tolak perubahan umat Islam menuju kebangkitan Islam sebagai acuan bagi dunia untuk mengambil ibrah. Untuk mau bangkit dari semua kejumudan dan membangun civil society yaitu masyarakat madani. Hijrah menjadi agen perubahan bagi umat Muslim. Hijrah tidak lagi dalam arti sempitnya melainkan telah meluas mencakup segala hal. Tidak hanya masalah perpindahan tempat ke tempat. Hijrah mencakup segala hal-hal yang baik dengan meninggalkan apa-apa yang Allah larang dan meninggalkan maksiat. Hijrah juga harus dipahami sebagai konteks hijrah makaniyah atau hijrah teritorial, hijrah nafsiyah (perpindahan secara spiritual dan intelektual dari kekafiran menuju keimanan. Kemudian, hijrah amaliyah (perpindahan perilaku jahiliyah kepada perilaku akhlaq Islam). Perkembangan makna dan praktek ini juga bisa dilihat dari media yang semakin canggih. Media sosial merupakan sarana komunikasi masa kini yang sangat cepat dan pesat dalam perkembangannya. Media sosial juga berkembang pesat dari berbagai macam klasifikasi dan tipe sesuai dengan kebutuhan masyarakat dunia. Media sosial sudah menjadi kebutuhan pada masyarakat dengan latar belakang modernitas saat ini mislanya Istagram terutama di kalangan pemuda. Media ini kemudian menjadi agen perubahan makna hijrah dari historis-kontekstualitas. Hal ini bisa juga dilihat pada berbagai akun-akun yang dibuat secara khusus memuat tentang hijrah. Mulai dari video-vidio pendek, kata-kata motivasi, serta foto-foto mereka yang sedang berhijrah. Hal ini bisa didapati melalui media-media sosial seperti istagram, Facebook, atau akun-akun yang memuat tentang indahnya berhijrah. Media-media ini membuktikan bahwa hijrah menjadi agen yang sangat penting dilakukan terutama dikalangan pemuda sebagai bentengnya sebuah negara. Hijrah bukan sekedar mengabaikan kepentingan, mengorbankan harta dan benda dan menyelamatkan diri semata. Sejarah mencatat hal ini sebagai bentuk gambaran untuk masa depan yang masih mengambang. Namun, dengan tekad iman dan kenyakinan untuk menghasilkan sebuah kemenangan yang menjadi titik hasil perjuangan. Manusia sifatnya dinamik dan senantiasa bergerak ke depan untuk berdaya saing secara sehat meneruskan kehidupan. Al-Qur’an sering mengulang-ulang kata hijrah seperti yang terdapat dalam surah al-Baqarah. 218 Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya peristiwa hijrah yang dilakukan Rasulullah. Hijrah yang bertujuan untuk mendapatkan Rahmat Allah dan menjadi lebih baik lagi. Perintah hijrah adalah perintah yang sangat penting dan abadi. Hijrah menjadi kesuksesan setelah melewati berbagai cobaan dan ujian.