Korban Emergency Lakalantas tak dihiraukan IGD RSUD Syekh Yusuf

8

Korban kecelakaan lalulintas di Patung Massal Andi Tonro Gowa tidak dihiraukan di Instalasi Gawat Darurat. 20 menit terkapar di mobil Angkutan online (Grab). 

Pengantar (sopir) angkutan kebingungan, karna Satpam dan pihak IGD tidak bertindak. Saat dikonfirmasi, alasannya tidak ada laki laki yang bisa mengangkat korban.
“Tidak ada laki laki disini pak’. Ujar seorang satpam perempuan di IGD. Padahal terlihat jelas pihak IGD dan Satpam banyak yang laki laki.

Korban Abu bakar (56) thn. Warga Pao Pao itupun dipapa ke IGD oleh Sya’ban yang juga adalah Direktur Institut Jurnalis Kemanusiaan (IJUK). Secara kebetulan, Sya’ban yang juga adalah pengendara singgah menyaksikan Kejadian kecelakaan tersebut. Dan berinisiatif memesankan angkutan online untuk korban.

Korban kecelakaan berjumlah 2 orang, Novaldhi Edwindo (23) warga Ance dg ngoyo dan Abubakar (56), warga Pao pao, Gowa. Korban sesali perlakuan pihak IGD dan sesekali berteriak merontak. Sumpah serapah keluar dari mulutnya lantas tidak dihiraukannya di depan IGD dan dibiarkan terkapar di dalam mobil.

Diketahui, saat Sya’ban memesan angkutan online untuk korban, beliau balik dulu ke Rumah sekitar 20 menit dan ke Rumah Sakit, namun ternyata mendapati korban masih di dalam mobil angkutan online tersebut.
“Saya sangat sesali perlakuan Pihak IGD, Korban saya yang papa masuk. Satpam dan pihak IGD diam membisu” ujar Sya’ban saat diwawancarai.

Kepada pihak IGD, Sya’ban berujar “Kenapa ini Emergency tidak ditangani?”. serentak dijawab tidak ada laki laki oleh Satpam yang berada disekitaran Rumah Sakit. Padahal diketahui banyak berkeliaran Satpam laki laki di sekitaran Rumah Sakit.

_Redaksi Bidik News_