Korban Pembunuhan Astri dan Lael, Doa dan Seribu Lilin Dari Forum Nusa Kenari (Alor)

297

BIDIKNEWS.id, Alor - Forum Nusa Kenari Peduli Keadilan Hukum Astri dan Lael menggelar Doa bersama dan pembakaran seribu lilin di sepanjang jalan dan trotoar Lapangan Mini Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Senin (7/2/2022) dari sore hingga malam.

Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai bentuk rasa empati dukacita yang mendalam warga masyarakat kabupaten Alor atas kasus hukum kriminal atau peristiwa yang menimpa Astri dan Lael pada 2021 lalu di Penkase, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dan juga sebagai bentuk rasa kekecewaan terhadap aparat penegakan hukum di lingkup Polda NTT yang hingga saat ini terkesan membiarkan kasus ini berlarut-larut karena belum berhasil mengungkapkan kasus ini dengan seadil-adilnya.

Aksi kemanusiaan ini dikoordinir oleh Kordum Etus Saldena dan Korlap Imanuel Salek yang berlangsung kuran lebih 4 jam yakni dari jam 17:00 WITA hingga 21:00 WITA dengan Orasi penyampaian Aspirasi, Lagu, Puisi dan sebagainya.

Kordum Forum Nusa Kenari Peduli Keadaan Hukum Astri dan Lael saat menyerahkan pernyataan sikap kepada Kapolda NTT melalui Kapolres Alor yang diterima secara langsung oleh Kasi Intelkam Polres Alor di sela-sela Doa dan Aksi Seribu Lilin di Lapangan Mini Kalabahi, Alor, Nusa Tenggara Timur

Ini Pernyataan Sikap Forum Nusa Kenari Peduli Keadilan Hukum Astri dan Lael:

1. Bahwa kami Forum Nusa Kenari Peduli Keadilan Hukum menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kasus pembunuhan ibu Astri Manafe dan anaknya Lael Macabe dengan cara keji yang dilakukan oleh pelaku-pelaku kejahatan di Kota Kupang NTT pada bulan Agustus 2021 lalu.

2. Bahwa kami menuntut Kepolisian Polda Nusa Tenggara Timur agar secara jujur, obyektif, professional, transparan dan adil membongkar kasus kejahatan pembunuhan ibu Astri dan Lael di Kota Kupang.

3. Bahwa kami menuntut Kapolda NTT agar tidak melindungi dugaan keterlibatan pelaku kejahatan yang lain dalam kasus ini. Karena menurut kami kasus pembunuhan Ibu Astri dan Lael yang diduga dilakukan secara terencana, massif dan terstruktur tersebut tidak mungkin dilakukan oleh tersangka Randy Bajide seorang diri melainkan diduga dilakukan secara bersama-sama namun pelaku lainnya yang terlibat belum diungkap.

4. Bahwa kami menutut Kapolda NTT agar tidak melindungi oknum-oknum aparat kepolisian Polda NTT yang diduga terlibat mengaburkan kasus ini dan diduga terlibat pengambilan barang bukti rekaman CCTV di Gereja Zoar Penkase tanpa izin otoritas gereja. Karena menurut kami, bukti rekaman CCTV tersebut sangat penting sebagai bukti petunjuk bagi penyidik untuk mengungkap kasus pembunuhan Astri dan Lael secara benar, jujur dan adil.

5. Bahwa kami menuntut Kapolda NTT agar membuka seterang-terangnya dan sejujur-jujurnya mengenai hasil otopsi dan hasil visum jasad Astri dan Lael sehingga diketahui keluarga korban dan seluruh masyarakat NTT pencari keadilan. Karena menurut kami hasil otopsi yang diumumkan Polda NTT sangat bertolak belakang dengan hasil rekontruksi yang dilakukan tersangka Randy Bajide.

6. Bahwa kami menutut Polda NTT segera melakukan otopsi ulang jasad Astri dan Lael sesuai permintaan keluarga korban dan pengacaranya sehingga benar-benar penyidikannya dilakukan berdasarkan hasil otopsi dimaksud. Karena kami menduga bahwa hasil otopsi yang ada sekarang ini belum menunjukan secara pasti mengenai cara kematian, mekanisme kematian, waktu kematian dan penyebab kematian Astri dan Lael.

7. Bahwa kami menutut Kapolda NTT agar membuka sejumlah barang bukti rekaman CCTV di Toko Rukun Jaya tempat Randy membeli plastic sampah untuk membungkus jenazah, rekaman CCTV di kantor BPKP Provinsi NTT tempat Randy mengambil linggus dan Sekop, dan rekaman CCTV Gereja GMIT Zoar Penkase yang diduga merekam korban di sana serta bukti-bukti scientific lainnya.
Hal itu penting dilakukan supaya meyakinkan keluarga korban dan public NTT bahwa benar Randy adalah pelakunya.

8. Bahwa kami menuntut Kapolda NTT membuka rekaman percakapan telepon milik korban dan milik tersangka RB, juga saksi-saksi yang berkomunikasi langsung dengan korban sebelum korban terbunuh. Karena sejauh ini Polda NTT belum mengumumkan membuka rekaman (nomor) telepon milik korban dengan melibatkan keluarganya. Kami juga meminta Polda NTT membuka rekaman telepon tersangka dan saksi-saksi untuk mengetahui adanya dugaan keterlibatan pelaku lain di kasus ini.

9. Bahwa kami menuntut Kapolda NTT agar segera menindaklanjuti laporan TPFI dan Laporan Aliansi Peduli Kemanusiaan di Kota Kupang agar tidak menimbulkan polemic dan keresahan di masyarakat. Apabila laporan tersebut memiliki bukti-bukti yang valied maka kami minta penyelidikan kasus ini dimulai dari awal sesuai laporan TPFI dan Aliansi.

10. Bahwa kami menuntut Kapolda NTT agar menghormati upaya-upaya bantuan hukum sekecil apapun yang disampaikan atau dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk partisipasi public terhadap penegakan hukum yang adil di NTT. Sebab Polri adalah mitra masyarakat. Oleh sebab itu kerja sama dalam mengungkap kasus kejahatan luar biasa ini sangat diperlukan guna membantu tugas-tugas kepolisian. Kami yakin bahwa Polri tak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan bantuan masyarakat,

11. Bahwa kami mendoakan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar mengampuni tersangka Randy Bajide atas perbuatannya, namun kami juga meminta aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman seberat-beratnya (hukuman mati) kepada siapapun pelaku pembunuhan yang terlibat dalam kasus ini.

12. Bahwa apabila Kapolda NTT tidak mampu mengungkap tuntas kasus pembunuhan Astri dan Lael maka kami menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk mengambil alih penuh penyidikan kasus pembunuhan ini supaya ada kepastian dan keadilan hukum bagi korban, keluarga dan seluruh masyarakat NTT pencari keadilan.

13. Bahwa apabila kasus ini tidak diugkap tuntas oleh Kapolda NTT maka kami Forum Nusa Kenari Peduli Keadilan Hukum Astri dan Lael akan menggelar aksi besar-besaran menolak kehadiran Bapak Kapolda NTT di Kabupaten Alor.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan kepada Kapolda NTT Bapak Brigjen Pol Setyo Budiyanto agar sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya membongkar kasus kejahatan luar biasa ini dengan tuntas di tanah Flobamora.

Laporan/Editor: Markus Kari