Kornasen: Baik Diapresiasi, Buruk Dikritisi

112

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur– Adrianus Kornasen, Ketua Aliansi Jurnalis Online (AJO) Matim Adrianus Kornasen, mengapresiasi Pemda Matim yang telah memfasilitasi kegiatan bertajuk “Temu Media” yang berlangsung di Kafe Rana Loba, Jumat (19/2/2021).

Menurut Kornasen, peluncuran program yang digagas melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (PROKOPIM) itu merupakan sebuah terobosan baru. Sebab, program ‘Bertemu Media’ ini adalah ruang untuk saling membagi informasi antara Pemda dan wartawan.

“Yah, luar biasa. Karena baru pertama kali program seperti ini adalah terobosan baru, untuk menjalin komunikasi antara pemerintah dengan wartawan,” ujar Kornasen saat diwawancarai wartawan usai kegiatan itu.

Direktur PT. Flores Editorial Cyber Media, mengatakan, peran media massa dalam memajukan daerah menjadi sangat penting di era digital ini. Sebab, masyarakat cenderung ingin mendapatkan informasi dengan cepat melalui pemberitaan media mainstream atau media siber.

“Sehubungan dengan media mainstream atau media siber di Manggarai Timur ini tentunya memiliki peran penting dalam membantu pemerintah,” kata Kornasen.

Namun, Kornasen memastikan bahwa, kegiatan tersebut tidak menutup ruang bagi eksistensi wartawan untuk mengkritisi segala kebijakan yang menurut regulasi itu tidak pro rakyat. Tetapi, dalam proses untuk membuat karya jurnalistik wartawan wajib mematuhi kode etik jurnalis, berdasarkan UU Pers no 40 tahun 1999.

“Tentu kita tetap konsisten pada kode etik jurnalis. Dalam hal ini, kita harus mematuhi UU Pers. Sehingga, yang baiknya kita apresiasi, yang buruknya juga kita harus mengkritisi,” tandas pria berkepala botak tersebut.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) PROKOPIM Manggarai Timur, Jefrin haryanto dalam kegiatan ‘Bertemu Media’ di Kafe Rana Loba, mengatakan, pembangunan di Manggarai Timur saat ini tak terlepas dari kontribusi media.

Menurutnya, media masa atau wartawan merupakan mitra strategis untuk membangun daerah melalui berita-berita yang profesional dan proporsional.

“Untuk membangun daerah itu, harus bekerja sama. Salah satunya, wartawan. Sebab, wartawan merupakan mitra strategis pemerintah untuk membangun daerah,” tutur Jefrin dihadapan puluhan pekerja pers dari media online dan media cetak yang bertugas di kabupaten itu.

Jefri mengaku, bahwa peran media saat ini, tidak bisa dilepaskan dari kontrol sosial. Namun fungsi yang diembankan tersebut, harus berdayaguna untuk tidak membuat berita yang bersifat provokatif.

Untuk itu, ia berharap agar jalinan kemitraan akan semakin membaik melalui program ‘bertemu media’.

“Pemberitaan atau publikasi kegiatan Pemkab Matim merupakan salah satu informasi penting yang harus disampaikan ke masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Nardi Jaya