Lagi, NTT Juara Bertahan Provinsi Termiskin Ketiga di Indonesia

1081

BIDIKNEWS.id, Kupang – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Darius Beda Daton mencatat, rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pekan lalu yang menunjukan bahwa untuk periode September 2020, Provinsi NTT adalah provinsi termiskin ketiga di Indonesia setelah Papua dan Papua Barat dengan prosentase kemiskinan sebanyak 21,21 persen atau sebanyak 1.173.530 orang.

Kata Dia, sejumlah 1.054.650.000 diantaranya berada di desa dan 118.800 berada di kota. Angka ini meningkat sebanyak 44.070 orang pada posisi September 2019. Posisi ketiga ini tidak bergeser selama beberapa tahun terakhir.

“apa itu penduduk miskin? Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita perbulan untuk memenuhi kebutuhan dasar dibawah garis kemiskinan. BPS menetapkan garis kemiskinan kita pada September 2020 adalah sebesar Rp 404.712 per kapita per bulan. Penduduk yang pendapatannya tidak sampai sebesar Rp 404.712 untuk belanja per kapita per bulan dikategorikan miskin,” tulis Beda Daton melalui akun pribadinya.

Darius menjelaskan, jika satu rumah tangga memiliki 5 anggota, maka batas garis kemiskinan keluarga itu adalah sebesar Rp2.274.481. Jika di bawah angka ini maka disebut keluarga miskin. Karena itu, kata Beda Daton, peningkatan pendapatan penduduk miskin patut diupayakan melalui penyediaan lapangan kerja.

Menurut Dia, data BPS menunjukan penduduk yang bekerja tanpa upah di setiap kabupaten/kota/kecamatan hingga desa cukup tinggi. Pemrov NTT dan Pemda kabupaten/kota telah berikhtiar melakukan pengurangan jumlah orang miskin melalui intervensi program pengentasan kemiskinan dan akselerasi pembangunan di berbagai sektor.

“Meski demikian angka-angka di atas menunjukan kita seperti berjalan di tempat. Karena itu butuh kerja sama semua pihak untuk membuat NTT menjadi lebih hebat lagi. NTT bisa,” ujarnya.

Untuk diketahui, melansir pemberitaan Viktori News edisi 16/7/2019, presentase penduduk miskin Provinsi NTT pada Maret 2019 sebesar 21,09 persen terus meningkat 0,06 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin di Provinsi NTT Maret 2019 sebanyak 1.146.320 orang meningkat 12.210 orang dibanding September 2018.

Meningkatnya persentase penduduk miskin ini mengakibatkan Provinsi NTT menduduki persentase penduduk miskin tertinggi ketiga setelah Papua dan Papua Barat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Maritje Pattiwaellapia mengatakan, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2018 sebesar 24,65 persen, naik menjadi 24,91 persen pada Maret 2019. Menurutnya, faktor-faktor yang menyebabkan meningkatnya tingkat kemiskinan di NTT antara lain nilai tukar petani (NTP) pada Maret 2019 turun sebesar 1,60 persen dibandingkan september 2018, yaitu dari 107,35 menjadi 105,63.

Terjadinya penurunan ini disebabkan oleh harga produksi pertanian menurun sedangkan harga konsumsi petani meningkat. Faktor lainnya adalah periode September 2018-Maret 2019 inflasi umumnya cukup tinggi yaitu sebesar 2,02 persen. Disamping itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi NTT pada Februari 2019 mengalami kenaikan 3,10 persen dibanding Februari 2018 dan Agustus 2018 dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,12 persen poin dan 0,09 persen poin.

Penulis: Nardi Jaya