Leksi Kumpul: Kejari Ruteng Jangan Gantung Kasus Terminal Kembur

73

BIDIKNEWS.ID, MATIM— Alexius M. Adu, SH, Managing Partner Kantor Hukum Suprema Lex Salus menanggapi kasus dugaan korupsi Terminal Kembur, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Dikonfirmasi bidiknews.id Rabu (15/12/2021), Leksi Kumpul, sapaan akrab Alexius Marianus Adu, meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng untuk transparan terkait kasus dugaan korupsi Terminal Kembur.

“Pihak Tipikor Kejari Ruteng mesti transparan. Jangan digantung kasus ini. Tentu saja harus berpegang teguh pada Azas Praduga Tak Bersalah (Presumption of Innosence),” katanya.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Jakarta tersebut menjelaskan bahwa jika kasus ini terkatung-katung maka akan menimbulkan macam-macam spekulasi di masyarakat.

“Dugaan kasus korupsi ini sudah bergulir beberapa kali namun setelah mencuat ke permukaan lama-lama menghilang, sehingga masyarakat bertanya-tanya bagaimana kejelasan penanganannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, tidak fokusnya penanganan dugaan tersebut, mungkin karena banyak pekerjaan lain yang ditangani tetapi seharusnya bisa melihat sekala prioritas dalam penanganannya.

“Banyak menaruh harapan pada penegak hukum untuk mengungkapkan sesungguhnya,” ujar dia.

sebelumnya diberitakan, kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Terminal Kembur tahun anggaran 2013/2015 di Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Timur, kini dalam bidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Setelah melalui serangkaian tahapan panjang pengumpulan data, pengumpulan bahan keterangan dan pengumpulan informasi dalam rangka klarifikasi terhadap laporan dugaan tindak pidana korupsi tersebut, Seksi Intelijen telah mengambil kesimpulan dan melimpahkan kasus tersebut kepada Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Manggarai pada 29 November 2021.

“Persis 29 November kemarin kemudian kita serahkan ke seksi pidana khusus,” kata Ketua Tim Penyelidikan Kejari Manggarai, Sendhy Pradana Putra dikutip dari RakyatNTT.com, Senin (13/12/2021).

Shendy menuturkan Bidang Intelijen telah ekspose atau gelar penyelidikan perkara, selanjutnya Pimpinan Kejari Manggarai memberi petunjuk bahwa perkara tersebut dapat dilimpahkan ke Bidang Pidana Khusus.

“Setelah dilakukan ekspose dari bidang Intelijen, berdasarkan petunjuk pimpinan dapat dilimpahkan ke Bidang Pidana Khusus untuk dilakukan Proses Penyelidikan lebih lanjut, kemudian dari bidang Pidana Khusus rencana akan memulai proses penyelidikan dari bagaimana awal mula proses pengadaan lahan terlebih dahulu dari Terminal Kembur tersebut,” terang Shendy.

Shendy menyebutkan kasus dugaan korupsi terminal tersebut tetap dilanjutkan. “Dengan segala keterbatasan, kami berkomitmen akan tetap menjalankan proses Penyelidikan adanya dugaan penyimpangan pada Terminal Kembur,” sebut Shendy.

Untuk diketahui, proyek pembangunan terminal Angkutan Umum yang terletak di Kembur, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, dibangun pada tahun 2013 lalu.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mengucurkan anggaran untuk pembangunan terminal yang dikerjakan oleh CV. Eka Putra itu selama tiga tahap yaitu, tahap pertama, pelaksanaan proyek tahun 2013 dengan pagu anggaran sebesar Rp1.315. 916.000 yang bersumber dari APBD.

Penulis: Redaktur  Bidiknews.id