Lucius Karus: Kasus Korupsi Nurdin Abdullah Berpengaruh Terhadap Elektabilitas PDI Perjuangan Pada Pilpres 2024

402

BIDIKNEWS.id, Jakarta–Peneliti Politik dari Forum Formappi, Lucius Karus mengatakan penetapan tersangka terhadap Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, berpengaruh pada elektabilitas PDI Perjuangan dalam Pilpres 2024 mendatang.

“Dulu ketika Demokrat berkuasa selama 10 tahun ada banyak kadernya yang juga terlibat praktek korupsi. Hukuman politikpun terjadi, suara partai kian menurun dari pemilu satu ke pemilu lain,” kata Karus melansir Suara.com.

Sebelum Nurdin, ada sejumlah nama politisi PDI Perjuangan yang terjaring OTT KPK. Buronan Harun Masiku terkait kasus suap KPU dan yang terakhir mantan Menteri Sosial Juliari Batubara terkait dugaan suap Bansos Covid-19.

Advertise

Karus menuturkan, sebagai parpol penguasa, PDI Perjuangan harus segera meningkatkan integritas para kadernya. Hal ini bertujuan mengamankan posisi mereka pada kontestasi pemilihan presiden 2024.

“Jika PDIP sebagai parpol berkuasa tak juga menegakkan integritas anggotanya di waktu yang akan datang, dan masih muncul satu dua kader yang tertangkap karena korupsi, maka hukuman berupa menurunnya kepercayaan publik sangat mungkin akan terjadi,” ujarnya.

“Karena parpol yang tak mampu mengendalikan kadernya dari praktek korupsi harus siap pula dihukum publik,” tambahnya.

Sebelumya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah tersangka kasus dugaan suap proyek infrastruktur di lingkungan pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan. Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Gubernur Nurdin pada Jumat (26/2) dini hari.

Bersama Nurdin Abdullah, KPK juga menetapkan Edy Rahmat (Sekdis PUPR Sulsel) dan Agung Sucipto (Kontraktor) sebagai  tersangka kasus dugaan suap proyek Makassar New Port. Bukti yang diamankan berupa uang Satu Koper senilai 2 Miliar Rupiah. Uang tersebut diamankan di Rumah Makan Nelayan, Jalan Ali Malaka, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Editor: Redaktur Bidik News