Mahasiswa FH UIT Angkatan 2019 Menggelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah

88

MAKASSAR, Bidiknews.id - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia Timur (FH UIT) menggelar acara workshop penulisan karya ilmiah di bidang hukum pada Sabtu (17/09/2022). Di Hotel Denpasar Jl. Boulevard No.1, Masale, Kec. Panakkukang, Kota Makassar.

Kegiatan yang pertama kali ini dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia Timur dengan dihadiri 40 peserta yang terdiri dari mahasiswa angkatan 2019.

Kegiatan workshop ini bertujuan melatih keterampilan dan kecakapan menulis karya ilmiah.

Advertise

Narasumber berasal dari Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia Timur, Dr. Lisa Mery, SH.,MH, Dr. Andi Resky Wulandari, SH.,,MH, Arry Wirawan, SH.,MH dan dari LPPM Nismawati Nasir, S.Km., M.Kes.

Dok. Workshop Penulisan Karya Ilmiah Fakultas Hukum Indonesia Timur oleh Mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2019

Acara dibuka oleh Wakil Rektor 1 Universitas Indonesia Timur Drs. Hanafi A. Kadir S.Km., M.Kes, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan workshop yang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Indonesia Timur angkatan 2019 adalah spirit baru.

"kegiatan workshop ini sebagai literasi baru yang akan terus berlanjut.

Acara dilanjutkan dengan pemamaparan materi dari masing-masing narasumber.

Ibu Nismawati Nasir, S.Km., M.Kes dari LPPM membawakan materi
identifikasi dan Plagiarisme dalam penulisan KTI, yaitu memaparkan cara menulis penelitian ilmiah dengan baik dan benar.

"menulis penelitian ilmiah boleh salah tapi tidak boleh berbohong," ujar Ibu Nismawati Nasir

Sementara Dr. Lisa Mery, SH.,MH, membawakan Materi kaidah bahasa dan Narasi Penulisan KTI. Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa "bahasa Indonesia yang digunakan dalam Karya Ilmiah Hukum harus baku, dengan memperhatikan pola-pola sesuai EYD dan merujuk pula pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (buku atau online)

Hal ini penting karena bisa membuat karya Ilmiah mudah dipahami utamanya bagi kalangan hukum, pendekatan karya ilmiah hukum juga melihat pada kekhasan Ilmu Hukum yang intersubyektif dengan tetap berusaha mendekati objektivitas melalui konsensus para pihak, baik antara sejawat dan ke masyarakat atau klien yang menggunakan jasa hukum.

Tidak hanya itu, bisa juga untuk dunia akademis (kajian mahasiswa dalam skripsi) yang seharusnya crispy karena titik tolaknya dari wacana norma hukum yang _sesuai generis_ , hal yang membuat otoritas penegak hukum berbeda dari kajian norma lain seperti norma kesopanan (etika), norma pendidikan (pedagogik), dan norma Ketuhanan (teologi)." Ungkap Dr Lisa Mery.

Sementara dikonfirmasi K.Qanita Ab selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa workshop ini digelar sebagai salah satu syarat untuk mangajukan proposal dan sebagai terebosan terbaru Universitas Indonesia timur khususnya Fakultas Hukum angkatan 2019

"ya, kegiatan ini sebagai contoh untuk adik-adik angkatan selanjutnya, semoga kegiatan workshop penulisan ilmiah ini bisa terus dilanjutkan," ujar Qanita.

Editor : JDT