Melanggar Perda, LSM Perak Desak Pemerintah dan Polisi Periksa Pemilik Toko King Snack

30

Bidiknews.id -Terkait toko grosir King Snack yang terletak di Jalan Sarappo, kota Makassar, yang diduga tidak memasang label tanggal kadaluarsa, membuat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perak mengecam pemilik toko King Snack.

Pasalnya LSM Perak khawatir bisa saja makanan yang di jual dan dikonsumsi masyarakat sudah kadaluarsa atau tidak layang konsumsi.

Inikan berbahaya sekali untuk kesehatan. Kalau tidak dipasangkan label tanggal kadaluarsa. Masyarakat tidak tahu apakah makanan tersebut masih layak di konsumsi atau tidak.” Kata Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat LSM PERAK Indonesia, Andi Sofyan, SH. Pada Selasa, (28/06/2022).

Advertise

Selain itu LSM Perak juga mengaku kecewa atas kinerja pemerintah kecamatan Wajo, karena harusnya mereka bisa melakukan sidak di toko – toko makanan yang berada di wilayahnya.

Pemerintah kecamatan Wajo harus cepat merespon jika ada laporan seperti itu, apalagi terjadi di wilayah kerjanya. Jangan sampai ada multitaksir atau dugaan KongkaliKong pihak kecamatan dan pemilik toko King Snack karena, melakukan pembiaran” tegas Sofyan

Maka dari itu kami mendesak pemerintah dan pihak kepolisian untuk segera turun ke lapangan melakukan Razia dan kalau terbukti mereka melakukan pelanggaran pihak kepolisian harus menindak tegas pemilik toko King Snack.

ini menjadi persoalan besar dan harus cepat mengambil langkah yang tepat. Apalagi toko King Snack ini salah satu distributor snack terbesar di Makassar. Masa, toko sebesar itu tidak memasang label kadaluarsa. Ini sepertinya ada permainan. Dan saya menduga toko ini ada yang bekingi.” Terang Sofyan.

Selain tidak memasang label tanggal kadaluarsa, toko King Snack juga memiliki gudang penyimpanan barang di dalam kota. Padahal itu sudah ada aturannya yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Aturannya sudah jelas dalam Perda Walikota Makassar, tidak boleh ada gudang dalam kota,” ucap Sofyan.

Sofyan juga menyayangkan pengelola toko King Snack yang diduga memberikan upah kepad karyawannya tidak sesuai standar Upah Minimum Kota ( UMK).

Toko ini memiliki puluhan karyawan, dan sangat disayangkan sekali kalau betul pegelolah ata pemilik toko King Snack mengaji karyawannya tidak sesuai yang ditetapkan pemerintah. Dan ini sudah menyalahi UU ketenagakerjaan. Dan pemerintah harus segera melakukan tindakan kalau memang terbukti.” Jelasnya

Sementara Kapolsek Wajo,Polres Pelabuhan Makassar, Kompol Mukhtari, dikonfirmasi mengatakan akan segera memonitoring dan akan turun ke kelapangan. ” Siap monitor makasih infonnya, Ucap Kompol Mukhtari.