Membudayakan Literasi Ditengah Masyarakat

123
Foto: Letvina Ervin, Mahasiswi Universitas Katolik (Unika) Indonesia St. Paulus Ruteng.

BIDIKNEWS.id, Manggarai – Literasi dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis atau dapat disebut dengan melek aksara atau keberaksaraan. Seseorang dapat dikatakan literasi jika telah memahami sesuatu hal atau informasi sebagai hasil dari membaca yang tepat dan melaksanakan pemahaman tersebut sesuai dengan yang diserapnya. Penguasaan literasi dalam segala bentuk ilmu pengetahuan sangat diperlukan dalam berliterasi bisa mendorong  kemajuan masyarakat. Literasi dapat juga diartikan sebagai suatu kegiatan dalam menafsirkan atau menginterpertasikan segala bentuk tindakan.

Kebiasaan literasi masyarakat sekarang masih berkualitas rendah. Untuk mengejar ketertinggalan rendahnya akan berliterasi ditengah masyarakat, kita harus merubah segala pola pikir dan padangan kita. Salah satunya dengan membudayakan gerakan literasi. Melalui kegiatan literasi diharapkan mampu menjadikan warga masyarakat untuk dapat mengakses, memahami dan menggunakan berbagai informasi secara cerdas dan cermat. Sehingga, dengan demikian dapat menumbuhkan karakter seseorang dalam bermasyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2012 menjelaskan bahwa masyarakat sekarang memiliki kecenderungan hobi menonton televisi yaitu sebanyak 91,58% dan hanya 17,50% masyarakat Indonesia  yang gemar membaca buku, koran maupun majalah. Selain itu, kerendahan minat baca masyarakat juga dibuktikan dari penelitian UNESCO yang menyebutkan bahwa di tingkat internasional indeks baca masyarakat Indonesia masih berada dibawah Amerika Serikat yang memiliki IBM sebesar 0,45 dan Negara tetangga seperti Singapura sebesar 0,55 dan Indonesia hanya memiliki indeks baca masyarakat sebesar 0,0001 yang artinya hanya satu diantara 1000 orang indonesia memiliki minat baca yang kuat dalam dirinya (Kasiyan).

Advertise

Selain beberapa data diatas Most Litered  Nation In The Word mengungkapkan hasil studi terkait minat baca pada tahun 2016 yang menempatkan Indonesia pada peringkat 60 dari 61 negara dibawah Thailand.

Dilihat dari semuanya itu, bisa membuktikan bahwa masih kurangnya masyarakat Indonesia dalam melakukan kegiatan literasi, padahal ketika kita memiliki peran literasi maka aspek ini menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi perkembangan suatu bangsa.

Hasil penelitian Oghene Kohwo (2017) menyebutkan bahwa, literasi adalah dasar dalam konteks Andragogi untuk memperoleh keterampilan kejujuran dan pengetahuan yang bermanfaat bagi individu serta berpengaruh terhadap dorongan kolektif untuk masyarakat. Selain itu, literasi dapat mengurangi kerentaan dan mampu meningkatkan pembangunan sebagaimana yang diharapkan.

Pemerintah sebagai elemen yang memiliki kekuatan secara struktural sebenarnya telah mengusahakan berbagai daya upaya, salah satunya lewat beberapa kebijakan diundang-undangkan sebagai payung hukum paling tinggi. Perhatian khusus pemerintah terkait minat baca ditegaskan pada pasal 49 UU No 43 tahun 2007 tentang membudayakan kegemaran membaca yang berbunyi Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat mendorong tumbuhnya taman bacaan masyarakat dan rumah baca untuk menunjang pembudayaan kegemaran membaca”. Membudayakan literasi yang digalakan oleh pemerintah tentunya tidak akan pernah berhasil tanpa dukungan masyarakat dan sekolah.

Memperbaiki kebiasaan literasi masyarakat harus dimulai sejak mereka masih anak-anak. Manusia dalam perkembangannya masih The Golden Year diusia dini, pada masa itulah kepekaan dan kesensitifan anak dalam menerima rangsanagan mulai terbangun. Juga anak yang telah mampu menguasai membaca sejak dini akan menjadi pembelajaran sepanjang hidupnya dalam penumbuhan budi pekerti. Salah satu kegiatan ialah 15 menit membaca buku non pelajaran  sebelum pembelajaran dimulai. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca seseorang dan tumbuh karakter  positif seseorang dalam bermasyarakat. Dengan membiasakan membaca buku dan informasi, sudah pasti akan memudahkan seseorang dalam proses menimbah dan menyerap ilmu yang didapatkannya. Dengan demikian kita dapat menjadikan bangsa yang bermartabat.

Semoga suatu hari nanti masyarakat kita akan menjadi masyarakat yang literat dalam meningkatkan minat baca melalui literasi yang sekarang sedang digalakan baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun komunitas dan personal. Semoga perjuangan ini dapat membuahkan hasil.

Penulis: Letvina Ervin (Mahasiswi Unika Indonesia St. Paulus Ruteng)
Editor: Markus Kari