Menikah Muda antara Cinta dan Hasrat

9

Oleh Sya’ban Sartono Abdullah Leky
Menikah adalah mengakhiri masa lajang sekaligus memupuk serta mengarungi bahtera baru dalam kehidupan rumah tangga. Tak jarang orang gagal dalam menjalani hiruk pikuk kehidupan baru ini, karna tak seperti yang ia jalani sewaktu masih remaja.
Menikah memang tak semudah yang dibayangkan, namun juga tak sesulit yang dikhawatirkan. Bagi kaum muda yang baru menjalani kehidupan pernikahan ini, awalnya memang sulit dan penuh dengan liku liku. Diakui bahwa menyatukan dua insan yang berbeda itu sebuah kemustahilan.
Muhammad sang Rasul tauladan Ummat manusia dalam wejangan dan tuntunannya memberikan empat indikator utama dalam memilih pasangan, sebagaimana dalam Haditsnya, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, maka engkau akan beruntung.” (HR Bukhari, Muslim, al-Nasa’i, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad ibn Hanbal, dan al-Darimi dalam kitabnya dari sahabat Abu Hurairah RA)
Hadist ini mengisyaratkan bagaimana memilih jodoh yang baik. Meski Nabi mendahulukan harta, nasab, dan  kecantikan namun junjungan alam ini dalam akhir hadistnya mengatakan bahwa sebaiknya memenangkan mereka yang baik agamanya. Hal ini menandakan bahwa sebenarnya agama  merupakan kriteria paling utama.
Menikah muda merupakan suatu hal yang digemari kaum muda akhir akhir ini. Manfaat dan Mudharat pun di tuai dari pilihan nikah mereka, diantara mudharatnya adalah meningkatnya angka perceraian, kematian ibu dan anak juga tak jarang dijumpai pada pasangan yang nikah di usia muda.
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ternyata banyak juga manfaat dibalik menikah di usia muda, diantaranya mempercepat regenerasi, mendapati anak di usia yang belum tua, hingga bisa menikmati karya mereka. Juga menjaga pandangan dan kehormatan serta kesucian hati seorang hamba.
Terlepas dari manfaat dan Mudharatnya menikah mudah boleh boleh saja. Asal jangan menikah dini. Tentu berbeda, menikah di usia muda dan menikah dini, kesannya menikah dini karna sesuatu dan lain hal, menikah muda adalah pilihan, dan tentunya pilihan pasti diperjuangkan. Sedengkan menikah dini terjadinkarna sebuah proses pergaulan yang terkadang dissosiatif.
Menikah di usia mudah punya keunikan tersendiri. Bercengkrama, bercanda dan bermesraan dengan pasangan di usia muda cukup menghadirkan kenikmatan cinta yang luar biasa, selain karna pengaruh kerja horman, juga karna usia muda sangat menentukan kelejitan dalam bercinta. Berbeda dengan umur yang sudah lanjut, seiring bertambahnya usia mood bercinta juga berkurang.