Meninggal di Puskesmas Tonra, keluarga keluhkan pelayanan yang tidak transparan

363

Bone, bidiknews.id – Menolak bertemu dengan keluarga pasien pasca meninggalnya anak pasien pada proses persalinannya di beberapa waktu lalu. Perangkat Puskesmas dinilai tidak transparan soal informasi penyebab meninggalnya Bayi. Saat dikonfirmasi wartawan melalui seluler, Kapus Tonra minta untuk bertemu langsung di Puskesmas.

Namun Saat didatangi kantor puskesmas dimaksud, beberapa petugas yang ada hanya menyampaikan bahwa kepala puskesmas sedang keluar melayat, Keluarga Pasien menunggu beberapa jam, namun Kapus tak kunjung kembali.

Tak henti, Keluarga korban terus mencari keadilan dengan keinginannya mendapatkan penjelasan yang akurat dari Kapus serta jajarannya. Saat didatangi di kediaman Kapus, Seorang lelaki yang mengaku sebagai anaknya, hanya berdalih bahwa ibunya (Kepala Puskesmas) telah bepergian ke luar daerah.

Advertise

Baca Juga

Sangat disayangkan, komunikasi melalui selulerpun diblokir Kapus. Ditelfon tidak pernah diangkat.
Menurut Bapak Bayi yang meninggal, ia banyak menaruh curiga, lantas kejelasan tentang informasi mengenai penyebab kematian anaknya tidak mendapatkan kejelasan.

“Anak saya lahir normal, kok bisa meninggal?. Ini ada apa?. Saya mau cari tau malah ditutupkan informasi.”
Tutur AA saat dikonfirmasi di kediamannya di Desa Rappa, kecamatan Tonra, Bone, Sabtu (04/07/2020).

Keluarga korban pulang dengan kecewa. Kekecewaannya bertambah, lantas beberapa kali didatangi rumahnya, namun selalu diberi alasan oleh orang yang berada di rumahnya jika Kapus ke luar daerah.

Berbeda dengan tetangganya, menurut tetangga setempat, Kapus hanya sedang berada di sekitaran Rumahnya, alias bersembunyi dari Ayah korban dan awak media.
“Adaji itu di sekitar sini, saya liat tadi.” Sebut salah seorang warga yang tidak ingin namnya dimediakan.

(Tim)