Menyambut Paskah 2022, BP Pemuda Klasis ATL Menggelar Beberapa Kegiatan Paskah, Badai Seroja Masih Menjadi Persoalan Utama

177
Ketua Panitia Pelaksanaan Hari Raya Paskah Pemuda Klasis Alor Timur Laut, Yusub N. Lande saat menyampaikan laporan panitia kegiatan paskah 2022.

BIDIKNEWS.id, Alor - Menyambut Hari Raya Paskah Tahun 2022, Badan Pengurus (BP) Pemuda Klasis Alor Timur Laut menggelar kegiatan Paskah dengan tema "Tak Terpisahkan Dari Kasih Allah" yang diselenggarakan di Bukapiting, Kecamatan Alor Timur Laut (ATL), Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, dimulai dari tanggal 1 hingga 15 April 2022.

Pantauan Bidik News, kegiatan Paskah Pemuda Klasis Alor Timur Laut ini dimulai dengan Ibadah Pembukaan di Gedung Kebaktian Jemaat Elohim Bukapiting, Jumat (1/4/2022) pagi yang dipimpin oleh UPP Pemuda GMIT Klasis Alor Timur Laut, dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Adapun kegiatan Paskah Pemuda Klasis Alor Timur Laut yang diselenggarakan Badan Pengurus (BP) Pemuda Klasis Alor Timur Laut, diantaranya Diskusi Publik, Stand Pameran, Nyanyi Solo, Khotbah, CCA, Folleyball, Tarik Tambang, Bakti Kasih, Jalan Salib dan Ibadah Paskah Tahun 2022.

Pemuda Klasis Alor Timur Laut menjelaskan, landasan pemahaman dengan adanya kegiatan Paskah ini, bahwasanya pergumulan organisasi Kepemudaan dan upaya peningkatan kualitas sumber daya generasi muda tidak saja menjadi tugas dan tanggungjawab bangsa dan negara tetapi juga merupakan tugas dan tanggungjawab Gereja dan Jemaat Tuhan.

Pemahaman diatas menjadi penting karena keberadaan generasi muda pada masa kini dengan segala peran dan daya juangnya adalah juga jawaban atau permasalahan dari keberadaan gereja dimasa depan. Generasi muda Kristen dalam eksistensi dan identitasnya menempati posisi yang sangat strategis baik dalam tatanan pelayanan jemaat maupun dalam kerangka pembangunan masa depan. Karena itu kehadiran generasi muda Kristen tidak saja dipahami sebagai bagian integral dari momentum perjalanan sejarah, tetapi juga turut mengisi dan mengukir perjalanan sejarah bangsa.

Stand Pameran Kegiatan Paskah Pemuda Klasis Alor Timur Laut tahun 2022.

Meskipun demikian, kenyataan membuktikan bahwa sebagian besar dari generasi muda Gereja telah terperangkap dalam suatu cengkeraman keadaan yang membelit mereka dalam berbagai permasalahan. Kenyataan ini menyebabkan hilangnya kreatifitas, penurunan idealisme, melemahnya sikap kepedulian dan kepekaan sosial, serta punahnya nilai-nilai sosial moral dan agama yang mestinya dipertahankan.

Kenyataan inilah yang sangat memprihatinkan gereja yang sebenarnya sangat membutuhkan mereka sebagai kelompok intelegensia muda yang diharapkan mampu berperan aktif dalam perspektif pembangunan yang berdimensi ganda dengan jiwa patriotisme, semangat Nasionalisme dan kerja keras, demi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kinerja pelayanannya.

Bertolak dari pemahaman inilah, maka pemuda gereja sebagai salah satu komponen pelayanan Jemaat perlu dibekali dan diberdayakan secara optimal, agar mampu memberi akses dan kontribusi bagi peningkatan dan pengembangan pelayanan agar pada saatnya mereka dapat tampil sebagai agen-agen pembaharu dalam rangka mewujud-nyatakan panggilan dan komitmen iman mereka kepada Tuhan dan pekerjaan penata-layanan Jemaat.

Lanjutnya, Kegiatan Paskah tahun 2022 ini juga dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan ide sebagai berikut, (Yang pertama) Keberadaan pemuda GMIT Klasis Alor Timur Laut sebagai bagian dari generasi muda bangsa memiliki intelegensia, idealisme dan integritas diri yang kuat dan dapat dipercaya, karena itu mereka dapat tampil dipercaya tidak saja dalam pentas kehidupan bangsa, tetapi juga dalam pentas pelayanan jemaat.

(Yang Kedua) Pada prinsipnya pemuda GMIT memiliki potensi kreatifitas serta daya pelayanan yang tinggi bila diberdayakan secara optimal. Karena itu kehadiran mereka dalam seluruh tatanan pelayanan jemaat tidak saja menjadi sumber inspirasi bagi kepentingan pengembangan jemaat, tetapi juga tonggak sejarah yang akan menopang pergumulan gereja ke depan.

(Yang ketiga) Realitas pemuda GMIT dalam jemaat-jemaat di Klasis Alor Timur Laut merupakan jumlah terbesar diantara kelompok-kelompok kategorial dan fungsional lainnya, dan kenyataan ini menjadi basis pengembangan dan kekuatan gereja ke depan. Namun, keberadaan kelompok ini terkesan tercecer karena belum sepenuhnya dijangkau oleh gereja.

(Yang keempat) Pemuda gereja sebagai bagian dari komunitas Kristen memiliki juga peran dan fungsi-fungsi sosial yang secara proaktif dapat dimanifestasikan dalam berbagai ivent dan momentum pelayanan. Karena itu secara organisatoris tidak saja dibutuhkan suatu wadah organisasi yang dapat menampung dan menyalurkan aspirasi mereka, tetapi juga dibutuhkan sejumlah perangkat, aturan dan instrumen pelayanan yang dapat menggagas dan mengorientasi berbagai idealisme yang berkembang.

Adapun beberapa persoalan khusus yang diangkat Pemuda Klasis Alor Timur Laut paling mengemuka yang dewasa ini sedang dihadapi generasi muda diantaranya, (Yang pertama) Badai Siklon Tropis Seroja pada bulan April 2021 (lalu) mengalami perubahan ekonomi yang sangat jauh memberikan pengaruh langsung bagi partisipasi Pemuda/i dengan menurunnya tingkat pendapatan keluarga khususnya pemuda/i di Jemaat-jemaat.

(Yang kedua) Pemuda gereja secara positif memiliki potensi dan kemampuan intelektual yang sangat dibanggakan, namun sepadan dengan itu secara moral emosional dan spiritual, mereka juga termasuk kelompok rentan yang memiliki sejumlah kerawanan yang dapat memicu konflik dan mengancam komunitas hidup lainnya. Karena itu dibutuhkan suatu pendekatan yang komprehensif dan seimbang dalam rangka upaya penanggulangan dan pemberdayaannya.

(Yang ketiga) Hancur atau ambruknya basis-basis persekutuan pemuda ditingkat Oiskos/Gugus atau Rayon dan jemaat-jemaat akhir-akhir ini mengalami nasibnya yang terpuruk, kenyataan ini menyebabkan hilangnya komunikasi sosial diantara kalangan pemuda, tercabutnya akar-akar kehidupan kekeluargaan dan munculnya berbagai gejolak dan fenomena sosial yang tidak saja mengancam eksistensi dan identitas para pemuda, tetapi juga mengancam eksistensi dan identitas gereja sebagai suatu komunitas.

(Yang keempat) Euforia reformasi dan penyalahgunaan konteks demokrasi menyebabkan kehadiran generasi muda sebagai salah satu komponen sosial masyarakat sering dijadikan obyek dan komoditi politik oleh pihak-pihak tertentu untuk pencapaian tujuan dan kepentingan-kepentingan mereka. Hal ini sangat meresahkan kita, terutama Gereja yang harus mengayomi, melindungi dan mendampingi mereka.

Tentunya, lanjut Pemuda Klasis Alor Timur Laut, kegiatan Paskah tahun 2022 ini digelar dengan tujuan agar mampu terciptanya pemahaman pemuda/i tentang Visi dan Misi GMIT dalam menata pelayanan dan pengembangan Iman pemuda. Meningkatkan rasa kebersamaan, semangat, memiliki, serta merawat tali persaudaraan antara setiap Pemuda Jemaat di Klasis Alor Timur Laut. Meningkatkan, menata, menyalurkan serta menopang karunia-karunia Pemuda GMIT di Klasis Alor Timur Laut, sehingga kekayaan itu menjadi berkat bagi manusia, alam semesta dan Allah sebagai pemelihara kehidupan. Terumuskannya visi operasional pelayanan pemuda GMIT memasuki abad 21 dalam mewujudkan jemaat yang misioner. Mengenang masa-masa penderitaan Yesus sampai pada kematian-Nya sehingga pengorbanan Yesus tidak menjadi sia-sia dan Mengucap syukur atas pengorbanan Yesus bagi manusia.

Diakhir penjelasannya, Pemuda Klasis Alor Timur Laut menyampaikan pelaksanaan dari suatu program tidak saja berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai tetapi juga bertitik tolak dari dasar atau landasan pemahaman yang kuat dan bertanggungjawab.

Laporan/Editor: Markus Kari