Nahkodai DPC PPP Alor, AMN Dipastikan Maju Calon Bupati Alor 2024

459
H. Abdul Majid Nampira (AMN/kiri) saat mengikuti Musyawarah Cabang PPP Kabupaten Alor di Hotel Nusa Kenari, Teluk Mutiara, Alor-NTT pada Sabtu 5 Maret 2022 (kemarin).

BIDIKNEWS.id, Alor – Pasca terpilih sebagai Ketua periode 2022-2027 menahkodai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Alor, H. Abdul Majid Nampira (AMN) dipastikan maju pada Pemilihan Bupati Alor periode 2024-2029.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) NTT masa bakti 2022—2026, Djainudin Lonek, S.H., M.H., pada jumpa pers di kediaman pribadi H. Abdul Majid Nampira (AMN), Kampung Raja, Teluk Mutiara, Alor-NTT, Sabtu (5/3/2022) malam, usai Musyawarah Cabang PPP Kabupaten Alor.

“Dengan terbentuknya kepengurusan yang baru PPP Kabupaten Alor ini, PPP kedepan paling tidak, bisa lebih baik dari yang ini (kepengurusan sebelumnya). Oleh karena ini, saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran partai (PPP Kabupaten Alor) untuk lebih banyak mengedepankan kerja-kerja nyata” ujar Djainudin Lonek, Ketua DPW PPP Provinsi Nusa Tenggara Timur kepada sejumlah media yang hadir pada jumpa pers tersebut.

“Kita terus melakukan transformasi diri untuk menuju ke hal yang lebih baik sampai pada titik (dimana) hal yang tidak mungkin itu menjadi mungkin,” lanjutnya.

Ketua DPW PPP Nusa Tenggara Timur, Djainudin Lonek (kedua dari kiri) saat memberikan keterangan pers di kediaman pribadi H. Abdul Majid Nampira (AMN) usai Musyawarah Cabang PPP Kabupaten Alor.

Anggota DPRD Kota Kupang ini mengungkapkan bahwa jika target yang ingin dicapai, minimal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Alor harus memulai dengan 2 hal ini.

“Partai Persatuan Pembangunan pasti punya target, dan saya memberikan mimpi kepada seluruh kader partai bahwa ketika Anda terjun mendapatkan irama di ranah politik, maka ada 2 hal yang harus kita pikirkan (impikan). Pertama, bahwa sebagai kader partai, kita suatu saat harus mengawasi kekuasaan. Mengawasi kekuasaan ini ada di DPRD. (Yang kedua) ketika kita sudah mampu maka kita (bisa) merebut kekuasaan. Yang dua hal ini akan bermuara kepada kesejahteraan rakyat. Karena apa? Kita punya kebijakan, kebijakan itu yang melahirkan kesejahteraan,” ungkap Djainudin.

Ketua DPW PPP NTT periode 2021-2026 ini juga membeberkan jumlah kursi anggota DPRD Kabupaten Alor yang masih minim sesuai persyaratan yang termuat dalam UU Pemilu dalam penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Alor pada periode 2024-2029.

H. Abdul Majid Nampira (AMN/topi) saat bersalaman dengan warga Desa Malaipea terdampak bencana Seroja April 2021 silam usai memberikan bantuan. (Tribuanapos.net)

Oleh sebab itu, Ia meminta kepada Ketua DPC PPP Kabupaten Alor terpilih H. Abdul Majid Nampira bersama Sekretaris dan Bendahara agar secepatnya menyusun kepengurusan baru periode 2022-2027 untuk segera dilantik sebelum Agustus mendatang.

“Berkaitan dengan konstentasi politik nanti di 2024, pertama bahwa kita masih di nafas UU (Pemilu) ini. Kalau hari ini kursi P3 (PPP) yang menjadi muatan nanti pada saat pendaftaran Calon (Bupati dan Wakil Bupati Alor) maka kita membutuhkan lagi 4 kursi jadi 6,” bebernya.

“Tetapi juga kalau misalnya karena frekuensi waktu antara Pemilihan DPRD dan Kepala Daerah cukup panjang, maka sebelum Agustus itu (Kepengurusan baru PPP Kabupaten Alor) sudah dilantik. Nah, setelah dilantik konsekuensinya adalah bahwa hasil pemilu yang (2024) nanti itu yang akan dipakai pada saat pencalonan Pilkada nanti,” ujar Djainudin.

“Oleh karenanya menjadi tugas berat daripada seluruh stakeholder pengurus yang ada di partai (PPP) ini untuk bekerja sebaik mungkin untuk menghasilkan kursi di masing-masing dapil (Daerah Pemilihan) sehingga kursi itu akan dipakai sebagai kendaraan politik untuk koalisi kemudian bisa maju pada konstentasi Pilkada Alor,” lanjutnya.

H. Abdul Majid Nampira (AMN) bersama anak-anak Desa Tamakh terdampak bencana Seroja pada April 2021 silam usai memberikan bantuan. (Tribuanapos.net)

Ketua DPW PPP NTT mengatakan, instruksi dari Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan PPP lebih mengedepankan kader partai dalam konstentasi pesta demokrasi 5 tahunan ini khususnya pada pemilihan Calon Bupati Alor.

“P3 (PPP) jelas perintah dari pusat, Ketua Umum kami lebih mengedepankan kader partai. Jadi jika ada kader partai yang main (maju Pilbup), persoalan kalah dan menang itu urusan 20 (%). Tetapi, kader harus maju jadi kita topang, kenapa? Ini akan berimbas pada partai politik itu sendiri,” Kata Djainudin.

Lebih lanjut, ungkap Anggota DPRD Kota Kupang 3 periode ini bahwa H. Abdul Majid Nampira (AMN) sebagai kader partai dan juga selaku Ketua DPC PPP Kabupaten Alor terpilih harus mampu bekerja dalam melayani masyarakat.

“Target partai politik (PPP) adalah memenangkan perhelatan politik. Jadi kalau mau dibilang bahwa Pak Majid (AMN) diturunkan wilayah (PPP NTT) kesini untuk target politik (PPP) yah seperti itu. Bulshit! Kalau hanya datang untuk membenahi sistem aja nah mendingan di wilayah (NTT) aja. Tetapi memang turun dan mempersiapkan diri meyakinkan kepada semua masyarakat bahwa AMN (Abdul Majid Nampira) The Legend, saya pemimpin disini. Tugas saya membangun relasi batin dengan semua profrekuensi, kemudian suara itu terkonfrensi menjadi kursi silahkan pakai. Jadi beliau lebih serius disini mengurus partai (PPP) secara modern,” ungkap Djainudin.

“Saya sebagai Ketua wilayah (PPP NTT) betul mendorong beliau (Abdul Majid Nampira maju Bupati Alor), tetapi pada akhirnya nanti hasil survei sangat tipis kami juga punya cari lain. Apakah kita bisa bermanuver lain? Tetapi, sampai hari ini saya meyakini bahwa hajatan yang beliau (AMN) inginkan ini jika ini merupakan pekerjaan besar, kita kerja bersama Insya Allah tidak ada yang tidak mungkin. Pak Majid, kita dorong kesini menjadi Ketua partai (PPP) di Alor Nusa Kenari ini menjadi orang nomor satu (Bupati Alor) disini,” tandasnya.

Ditanya soal kriteria Calon Wakil Bupati Alor yang akan mendampingi H. Abdul Majid Nampira selaku Calon Bupati Alor dari PPP, Ketua DPW PPP NTT ini menyerahkan sepenuhnya kriteria tersebut kepada AMN.

“(Calon Wakil Bupati Alor mendampingi Abdul Majid Nampira selaku Calon Bupati Alor/ red) yang penting bisa menjadikan itu Fodgather ambil. Jadi kan ada kriteria-kriteria tertentu. Bahwa hadirnya pendamping bukan sebagai pelengkap tetapi penentu kemenangan. Persoalannya kriteria beliau (Abdul Majid Nampira) yang tahu. Saya tidak bisa paksakan keinginan saya pada dia (AMN),” sebut Djainudin.

“Saya bilang kepada Pak Majid sebagai Ketua DPC (PPP) Alor untuk gunakan semua stalkholder, kelompok kepentingan kerja-kerja sektoral itu, sehingga pada saat nanti survei yah kita bagus,” pungkasnya.

Soal mekanisme pemilihan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Alor, Ketua DPW PPP NTT ini menjelaskan soal metodenya.

“Formatur itu kami (PPP di DPC) metodenya berubah. Kalau dulu (sebelumnya) musyarawah cabang itu pemegang hak suara langsung memilih siapa (Ketua), tetapi sekarang berubah. Yang dipilih adalah Ketua Formatur dan 3 Anggota Formatur. 1 Formatur sudah dari pusat. Jadi biasanya, saya Ketua wilayah sebagai Ketua Formatur kemudian saya mendistribusikan sebagian kewenangan saya kepada mereka yang ditunjuk menjadi wakil ketua bidang. Kebetulan Pak Haji Majid dan Sekretaris wilayah saya ini wakil ketua bidang pemenangan disini (Alor). Jadi saya berikan kesempatan kepada mereka sebagai Ketua Formatur,” jelasnya.

“Jadi gambaran bahwa mereka sudah sampaikan ke saya Ketua, Sekretaris, Bendahara (DPC PPP Kabupaten Alor) terpilih sehingga mengakomodir teman-teman yang lama. Artinya, yang lama welcome terhadap yang baru, yang baru juga menerima teman-teman yang lama menjadi satu-kesatuan untuk P3 (PPP) kedepan yang lebih baik,” lanjut Ketua DPW PPP NTT.

Sebagi pimpinan wilayah PPP di NTT, Djainudin berpesan agar DPC PPP Kabupaten Alor saling merangkul antara kepengurusan yang lama dan kepengurusan yang baru serta terus bekerja bersama dalam perbedaan.

Sekali lagi dan berulang kali, Ketua DPW PPP NTT meyakini, H. Abdul Majid Nampira yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai Calon Bupati Alor akan menjadi 01 Alor.

“Pesan saya, bekerja. Ketika kita ingin berjalan pada target tertentu harus ada pilihan. Pengurus saling mengakomodir, saling mengingatkan antara kepengurusan yang baru dengan kepengurusan yang lama bahwa tidak boleh ada yang terluka. Perbedaan itu Rahmat, perbedaan itu hal yang biasa bukan untuk dipertentangkan tapi harus dipersandingkan,” pesan Djainudin.

“Saya yakin bisa menang Pak Haji Majid untuk (Bupati) Alor 1,” tutup Ketua DPW PPP NTT.

Laporan/Editor: Markus Kari