Natalius Pigai; Kompetensi Pengetahuan Jokowi belum sampai Untuk seorang Kepala Negara

8
Setelah berakhirnya debat perdana pemilihan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres)  pada Kamis (17/1/2019) malam, sejumlah tokoh dan netizen turut memberikan penilaian pada kedua capres.
Tak luput Natalius Pigai, seorang aktivis dan mantan Komnas HAM pun nersuara terkait perhelatan akbar tersebut, melalui akun Facebooknya Nataliu mengungkapkan 
“Saya Menyaksikan Sendiri Dari Dekat dan Utuh Debat Capres tadi malam. 
Saya  Membayangkan Bahwa Joko Widodo Telah Mengalami Kemajuan Dalam Kapasitas Dan Kompetensi Baik Pengetahuan Bernegara  Maupun  Memimpin Negara. Ternyata itu sangat memprihatinkan.
Kemampuannya Belum Sampai Untuk Mengelola Negara Sebesar Indonesia Ini. 
Saya Sangat Kecewa Ibu Megawati Dan Partai Politik Dan Orang-orang Yang Mendorong Joko Widodo Untuk Dipaksa Menjadi Presiden. 
Kalau Untuk Menjadi Presien Dengan Kualitas Sekelas Itu Orang Papua Juga  Banyak Bahkan Lebih Hebat Dari Joko Widodo Untuk Menjadi Presiden.  
Ada 3 Indikator Joko Widodo Kompetensi Pengetahuan Bernegara Belum Cukup:
1). Anda Menyaksikan Sendiri Seorang Kepala Negara Membaca Teks Yang disiapkan, PRAMONO ANUNG  Bolak Balik Sampai Selesai. 
2). Tidak Mampu Menyampaikan Aspek aspek krusial Bernegara Yang Dihadapi dan kebijakan Yang Memberi Harapan. 
3). Joko Widodo Lebih Banyak Menyerang PRIBADI PRABOWO Dan GERINDRA Seperti Kanak – Kanak  Dan Penggosip. 
4). Kata-kata Jokowi Akan Membuat Legislasi adalah Contoh Nyata  Tidak memahami Pembagian Kekuasaan (Judikatif, Eksekutif dan Legislatif) Tias Politika. 
Kalau Kita Membiarkan Joko Widodo Memimpin Lagi  Maka Sudah Bisa Diperkirakan Faktor Kapasitas Pengetahuan Dan Kemampuan Yang Dimilikinya, 
Indonesia Akan Mengalami Degradasi Praktek Dan Pengetahuan Bernegara. 
( NATALIUS PIGAI. KRITIKUS/SAKSI DEBAT )