NTT Waspada Virus Corona

62

Oleh : Ardian Sahbudin Leky
Mahasiswa FKM UNDANA NTT
Editor : Sya’ban Sartono Leky

Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu Provinsi yang memiliki beberapa tempat wisata yang sudah terkenal di kancah nasional maupun internasional. Masuknya wisatawan mancanegara menjadi salah satu kewaspadaan bagi masyarakat NTT, dikhawatirkan para turis yang terinfeksi membawa visus corona ke NTT.

Salah satu daerah di NTT yang rawan terhadap penyebaran virus corona adalah Manggarai Barat – Labuan Bajo. Labun Bajo menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara ke NTT. Selain itu, NTT berbatasan dengan Timor Leste dan Australia yang menjadi tempat keluar masuknya turis. Bukan hanya Labuan Bajo, seluruh wilayah di NTT perlu mewaspadai masuknya virus corona.

Advertise

Baca Juga

Penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang diketahui bersumber dari China belakangan ini telah mewabah begitu cepat ke negara-negara lain, terutama negara-negara di Asia
Tenggara. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan tindakan untuk mempersiapkan berbagai hal dalam upaya mencegah masuknya virus corona ke NTT.

Upaya yang bisa dilakukan misalnya
melakukan pengadaan obat-obatan dan tenaga medis yang memadai. Selain itu, pemerintah diharapkan menyediakan tempat isolasi jika terdapat pasien yang terinfeksi virus corona. Virus ini berasal dari keluarga Coronaviridae. Virus yang memiliki mahkota serupa bentuk paku ini menjadi penyebab penyakit mirip flu hingga sindrom pernapasan akut.

Virus dari China ini telah menyebar ke beberapa negara di Asia hingga Eropa. Ribuan orang telah dilaporkan
terinfeksi dan lebih dari 100 orang meninggal dunia karena virus 2019-nCoV ini. Berdasarkan data per 28 januari 2020, terdapat 4.475 total kasus, 106 diantaranya meninggal dunia dan 54 pulih.

Terdapat empat jenis virus corona yang juga sudah menyebar. Empat jenis virus tersebut antara lain HCoV-229E, HCoV-OC43, HCoV-NL63, dan HCoV-HKU1 yang dapat menyebabkan penyakit-penyakit pada sistem pernapasan seperti pilek, penyakit mirip flu, dan yang lebih parah adalah menyebabkan penyakit mirip pneumonia.

Virus asal kota Wuhan China ini mirip seperti Server Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang terjadi pada tahun 2002 dan Middle East Respiratory Sindrome (MERS) yang pernah terjadi sekitar 17 tahun lalu. Para Ilmuwan telah memperingatkan bahwa virus corona selain dapat menyebar melalui batuk dan bersin, juga dapat menular melalui mata.

Seorang dokter China, Wang Guangfa, positif terinfeksi virus corona. Dia tertular karena tidak memakai kaca mata pelindung. Pakar terkemuka
ini mengonfirmasi sangat mungkin virus 2019-nCoV masuk ke mata dengan menyentuhnya jika ada di tangan pasien.

Seorang yang terinfeksi virus corona akan merasakan sakit kepala dan tidak enak badan, batuk, pilek dan gejala gejala lain yang identik dengan sistem pernapasan. Nyeri otot juga menjadi salah satu gejala awal pasien yang terinfeksi virus corona. Bagi orang yang sistem kekebalan tubuhnya sedang lemah, misalnya anak-anak dan orang tua, virus ini bisa menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang lebih serius. Mulai dari pneumonia sampai menyebabkan bronchitis.

Upaya preventif (pencegaha) yang dapat dilakukan oleh masing-masing orang antara lain:
1. Mencuci tangan menggunakan air dan sabun,
2. Menggunakan masker saat beraktivitas baik di luar ruangan maupun di tempat umum,
3. Hindari menyentuh mata, mulut atau hidung dengan tangan yang tidak bersih,
4. Jika merasakan gejala seperti flu, segera melakukan pemeriksaan ke tempat pelayanan
kesehatan,
5. Perbanyak minum air putih, dan
6. Istirahat yang cukup.

Sampai saat ini, belum ada kasus terkait virus corona di NTT. Namun upaya pencegahan tetap perlu dilakukan. Mantan Direktur RSUD W.Z. Johannes, drg. Dominikus Minggu Mere yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur itu meminta masyarakat NTT untuk tetap tenang sehubungan dengan adanya wabah virus corona. Ia memastikan bahwa NTT masih bebas dari wabah corona tersebut.