Sorot  

Obat Daftar G Marak Dijual di Makassar, Aparat Diminta Tidak Tinggal Diam

Bidiknews.id- Obat daftar G yang dijual bebas dan dikonsumsi masyarakat ternyata bisa menimbulkan dampak negatif yang memengaruhi saraf pusat otak.

Salah satu merek obat daftar G yang sering di konsumsi masyarakat yakni Trihexypenidyl ( THP) atau di kenal dengan Trihex dan Tramadol.

Bahkan Anak remaja sering menyebut obat itu sebagai pil kuning.

Seperti yang dikatakan salah seorang sumber, sebut saja Cepu mengaku kalau di wilayah kelurahan Rappocini banyak dijual obat daftar G.

Bahkan obat tersebut menurut Cepu dijual terang-terangan.

“Kalau lewat di wilayah itu pasti l kita akan menemukan penjual obat daftar G, Mereka menjualnya sudah tidak sembunyi-sembunyi lagi” Kata Cepu.

Lanjut, Cepu juga menyebut kalau dirinya mengenal dan tahu nama penjual obat daftar G tersebut.

Orang yang menjual itu inisial BN, kalau kesana ki terus meki ada tanah kosong di dalam dan banyak orang duduk disitu. Ada juga penjual jajanan anak anak, sebelah kiri disitu mi tempatnya pak. Itu cuma berkedok agar tidak terlalu ketahuan. Dan banyak pembeli datang disitu.”Terang Cepu, Rabu ,(29/06/2022).

Cepu juga menambahkan kalau pemilik toko obat daftar G yang Inisial BN hanya mengawasi saja.

Karena BN menurut Cepu sudah dikenal polisi.

Bukan BN langsung yang menjual pak. Karena, BN sudah di kenal dengan anggota kepolisian dan dia tinggal mengawasi saja anggotanya menjual di sekitar Jalan Veteran lorong 2, dekat dari rumah pribadinya. Sudah beberapa tahun dia menjual obat itu. Selain menjual dia juga salah satu pemasok terbesar di Kota Makassar “bebernya.

Anehnya, kata Cepu, praktek penjualan obat-obatan daftar G ini bisa luput dari perhatian aparat penegak hukum.

Sangat disayangkan aparat penegak hukum hanya diam-diam saja atas kondisi tersebut, padahal dampak yang di timbulkan dari penggunaan obat-obatan ini sangat besar resikonya dan rata-rata korbannya adalah anak remaja,” ucap Cepu menambahkan.

Sementara ditempat terpisah inisial BN, saat dikonfirmasi terkait tuduhan warga mengakui kalau dirinya memang pernah menjual obat terlarang tersebut.

Namun, sekarang sudah tidak menjual itu lagi.

Saya sudah tidak jual obat itu lagi. Dulu memang iya tapi kami menjualnya sembunyi- sembunyi karena takut ketahuan polisi. Dan sekarang anggota ku ji yang masih jualan. “Ujar BN.

Saya punya anggota cuma 2 ( dua ) orang saja, banyak penjual di depan yang sembunyi- sembunyi. Kalau soal warga mau keberatan sudah lama saya tidak menjual,tapi kita ini bisa membantu warga mencarikan pekerjaan,”tutur BN.

Tim