Oknum Polisi di Manggarai Timur diduga bawa kabur istri orang, ini tanggapan Kapolsek

7218

Borong, bidiknews.id – Salah satu oknum Polisi yang bertugas di Polsek Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT, berinisial SJ, diduga melakukan tindakan tidak terpuji. Dia membawa kabur KW, istri sah Ermensius Saverius De Sales, yang warga Kampung Beker, Kelurahan Rongga Koe, Kecamatan Kota Komba sebagaimana pengakuan Ermensius kepada media ini.

Ditemui bidiknews.id, Rabu (19/8/2020), Ermensius menceritakan, kejadian pertama, terjadi pada bulan Maret 2020 lalu, saat dia sedang pergi bekerja di Kota Borong. Sang istri yang dinikahinya pada 2004 silam itu, tiba-tiba menghilang dari rumah.

Dia mencarinya di rumah tetangga, namun upayanya sia-sia. Hingga akhirnya pukul 00:00, tiba-tiba istrinya diantar oleh lelaki tua yang tidak dikenalnya. Belakangan Dia tahu bahwa lelaki tersebut ternyata SJ, yang merupakan oknum Polisi.

Advertise

Baca Juga

“Saat itu saya dan keluarga besar menasehati istri saya, agar dia bertobat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Sebagai suami, ya saya marah. Namun Rupanya dia tidak terima dimarahi, hingga akhirnya dia kabur lagi dari rumah entah kemana dan dijemput oleh orang yang sama,” tandas Ermen sembari mengusap air matanya.

Ermen menjelaskan, pihak keluarga besar istri akhirnya menyuruh KW untuk kembali ke rumah. “Saya sayang istri saya. Saat dia kembali ke rumah, saya menerima dia apa adanya,” jelas lelaki berumur 40 Tahun tersebut.

Kejadian yang sama, menurut Ermen, terjadi pada tanggal 31 Juli lalu. Tidak ada masalah dalam keluarga. Saat itu, dirinya sedang pergi bekerja tidak jauh dari rumah. Ketika pulang, dia begitu kaget sang istri menghilang tanpa pamit. Satu minggu lamanya, dia hiruk pikuk mencari sang kekasih.

“Saya mendapat kabar, istri saya berada di pondok sawah milik oknum polisi yang terletak di Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar. Bersama keluarga dan anggota kepolisian dari Polsek Borong, kami menggerebek mereka. Namun anehnya, oknum polisi tersebut tidak ada di tempat. Yang ada hanya istri saya dan seorang wanita tua.” Lanjutnya

“Saya tidak kenal wanita tua itu. Namun dipastikan pondok sawah tersebut milik SJ. Waktu itu, istri saya dibawa ke Polsek Borong. Pak Kapolsek tanya saya, apakah buat laporan atau tidak. Saya lebih memilih jalur damai dengan harapan istri saya kembali ke rumah. Namun hingga 3 kali istri saya menjawab Pak Kapolsek, saya mau cerai,” Ungkap Ermen meniru ucapan istrinya.

Sementara itu, SJ, saat dikonfirmasi bidiknews.id melalui sambungan telepon membantah adanya kejadian tersebut. SJ berdalih bahwa hal tersebut adalah privasi seseorang.
“Saya tidak mau beri komentar yah. Kamu jangan paksa. Itu soal privasi mereka,” tandas SJ, Rabu (19/8/2020).

Terkait isu yang beredar bahwa dirinya bawa kabur istri orang dipondoknya, SJ menyebutkan, itu hak mereka mau cerita di luar.

“Saya tidak ada kaitannya yah. Memang dulu sekitar bulan maret si enu itu kabur dari rumah karena dipukul suaminya. Nama saya sempat dituding. Selingkuh lah, apa lah. Yah supaya kamu tau, saya sudah lama kenal mereka,” tutur SJ.

Tanggapan Kapolsek Borong

Menanggapi hal tersebut, Kepala Polsek Borong, Made Mudana, membenarkan pada saat penggerebekan, istri Ermensius ada di pondok milik anggotanya sehingga mereka jemput ke kantor polisi.

“Kita bawa ke polsek dan pertemukan dengan suaminya. Setelah kita pertemukan, suaminya tidak mau buat laporan dan pada saat itu istrinya bersikeras untuk cerai. Suaminya mengatakan akan membicarakan hal tersebut dengan keluarga besarnya mengenai keinginan istrinya itu,” tandas Made.

Dirinya menyebutkan, jika SJ terbukti melakukan hal yang tidak terpuji, maka dapat dipastikan akan dipecat dari kesatuan. Informasi yang diperoleh bidiknews.id, saat ini KW berada di pondok milik SJ di Kampung Mondo.

Laporan : Biro NTT _ Nardi Jaya
Editor : Redaktur Bidik News