Opini : Kontestasi Ruang Publik, Penutupan Gedung Sarinah dan Gerai Mc Donald’s

166

Oleh : Muhammad Makro Maarif Sulaiman, S.Sos.

Penutupan gerai McDonald’s di kompleks gedung Sarinah Jakarta Pusat pada Minggu (10/05/2020) malam merupakan bagian dari strategi negara dalam upaya merenovasi dan mentransformasi struktur kegiatan ekonomi di gedung Sarinah dimana tempat tersebut menyimpan nilai-nilai historis dan menjadi saksi bisu transisi rezim dari Orde Baru ke Reformasi.

Bila dicermati lebih mendalam menggunakan kajian Produksi Ruang Sosial dari Henri Lefebvre, kebijakan renovasi dan peremajaan gedung Sarinah yg berdampak pada penutupan gerai McDonald’s tidak lepas dari pengaruh politik ruang sosialis yg menegasikan sementara politik ruang kapitalis sebagai imbas dari adanya wabah pandemi COVID-19.

Advertise

Baca Juga

Ruang sosialis merupakan ruang-ruang yg bersandar pada kebutuhan sosial dan sangat dibutuhkan di tengah wabah COVID-19.

Kebutuhan sosial yang dimaksud seperti kesehatan, ketercukupan pangan, keamanan, akses pendidikan dan transportasi yang relevan dengan kondisi masyarakat yang ditekan dengan wabah global ini.

Sedangkan ruang kapitalis merupakan ruang-ruang terjadinya produksi, reproduksi dan kontestasi ekonomi oleh para aktor kapitalis baik pengusaha maupun investor demi memenangkan pangsa pasar konsumen.

Revonasi terhadap gedung Sarinah oleh Menteri BUMN Erick Thohir dapat dibaca pula sebagai strategi penguatan politik ruang kapitalis apabila wabah COVID-19 telah berakhir dimana Erick Thohir mengklaim apabila renovasi telah selesai dan pihak McDonald’s ingin melanjutkan ekspansinya dimana gedung Sarinah sebagai pusatnya, maka pihak pengelola dan manajemen McDonald’s diwajibkan menjual berbagai produk kuliner lokal demi mengangkat harkat perekonomian bangsa yang tidak lain hal itu merupakan glokalisasi dan dapat berdampak pada heterogenisasi budaya.

Untuk diketahui, jangka waktu renovasi gedung Sarinah akan dimulai pada bulan Juni 2020 dan ditargetkan selesai pada November 2021.