Opini: Pilkades Kayang dan Konflik Sosial

127

Oleh: Abdullah Sunarjo Leky, S. Pd
Eks.  Timses 01 Pilkades Kayang
Editor: Sya’ban Sartono Leky

Pilkades Kayang cukup dinamis dan sempat membuat tegang antar pendukung yang berkompetensi. Segala riak dan dinamika yang mengandung makian turut melebur dalam panggung politik Desa, Seolah sudah menjadi trah dan brand politik baru.

Bagaimana tidak?, Adanya polarisasi antar pendukung yang terjadi dengan segala dinamika yang ada, tidak terlepas dari peran masyrakat secara total general dalam suksesi pilkades kayang, hingga menimbulkan chaos politik berkepanjangan yang tidak berkesudahan hingga saat tulisan ini dimuat.

Advertise

Baca Juga

Betapa tidak, Konflik sosial begitu tajam dan tidak mudah di selesaikan pasca pilkades, daripada pasca Pileg, Pilbup, Pilgub bahkan Pilpres sekalipun. Pilkades Kayang mendorong semua masyarakat sebagai subjek (Pelaku) politik, bukan objek dan eksploitasi politik.

Semua mayoritas masyarakat menjadi pemain inti, baik posisinya sebagai tim pemenangan, pengaturan strategi, pengkonsolidsi maupun pengamat. Tidak ada yang silent dalam pilkades, kecuali yang buta politik.

Konflik sosial ini berlanjut hingga pelantikan dan brjalannya roda administratif pemerintah desa. Karena Tim 01 yang merupakan pihak yang diduga dirugikan karena dengan adanya “dugaan Ijazah Palsu” yang di gunakan 02 telah mengajukan keberatan melalui distribusi surat klarifikasi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Alor hingga menuju Meja Kepolisian.

Dengan adanya perjuangan Tim 01 telah hampir ke tahap final dan berkeyakinan penuh bahwa di kemudian saat akan di P21 kan oleh Kepolisian. Karena segala bukti dan kekuatan pendukung lainnya cukup meyakinkan ke prosesi penyidikan lanjutan dan berakhir nantinya di Pengadilan.

Disanalah Kebenaran akan terbuka lebar, setelah melewati konflik sosial yang di dera dengan berbagai sanksi moral yang terjadi di tengah-tengah masyrakat. Begitupun dengan 02 yang konon katanya sudah secara de-facto dan de-jure telah melakukan aktifitas kepemerintahan di Kantor Desa Kayang.

Harapan yang sama, bahwa Tiap tiap kita harus saling menghargai atas aktivitas pemerintah yang sedang menjalankan roda pemerintahan Desa ini dan tentunya juga semua pihak juga harus menghormati segala proses hukum yang sedang berjalan ini.
Bagi pihak-pihak yang terus mencari keadilan demokrasi, teruslah melakukan upaya upaya yang proseduralistik dan bermartabat.