Opini: Virus Corona. Antara Denting peringatan Tuhan atau Program Gelap

109

Dari Hasil penelitian itu ditemukan bahwa virus ini sengaja dibuat dilaboratorium China yang dipersiapkan untuk senjata biologis. Virus Corona sama dengan virus SARS dan bukan secara kebetulan, 87% sama dengan Virus SARS Amerika.

Oleh : Rais Syukur Timung, S. IP
Editor : Redaktur Bidik News

Margareth Marcus atau “Mariam Jameelah” (Murid Kesayangan Abu A’la Al-Maududi), suatu ketika pernah mengatakan bahwa memisahkan faktor transendental dari fenomena alam merupakan bentuk sekularisme paling mengkhawatirkan, namun menganggap fenomena alam bukan tanda dari Tuhan justru jauh lebih menghkawatirkan.

Sederhanannya; jika terjadi kecelakan, kita beranggapan itu kesalahan manusia tanpa ada Takdir Tuhan di situ, maka itu bentuk sekularisme yang menghkawatirkan. Namun justru lebih menghkawatirkan jika kita menganggap bahwa kecelakan itu adalah Takdir Tuhan tanpa melihat kesalahan yang dilakukan oleh seseorang sehingga ia celaka karena tidak membaca tanda-tanda seperti rambu-rambu lalu lintas, misalnya.

Advertise

Baca Juga

Ketika dunia digemparkan dengan merebaknya Virus Corona yang bersumber dari Kota Wuhan. Muncul kekonyolan sebahagian Masyarakat kita yang mengaitkan dengan Muslim Uighur sehingga diazab Oleh Tuhan.
Prihatin memang dengan kualitas Literasi masyarakat kita yang sangat rendah, namun sangat percaya diri menyampaikkan sesuatu yang Ngawur.

Adalah berbeda antara azab dan Musibah. Azab adalah siksaan yang dihadapi manusia sebagai akibat dari kesalahan yang pernah atau sedang dilakukan, dalam Istilah filsafat Islam.
Sedangkan Musibah merupakan bencana sebagai suatu peristiwa menyedihkan yang menimpa karena kelalaian Manusia.

Virus Corona terdeteksi pertama kali diKota Wuhan, Tiongkok pada desember 2019. Meski hingga kini belum bisa dipastikan dengan Objektif apa Yang menjadi medium corona Virus bertransmisi. Yang pasti jumlah korban akibat virus ini semakin bertambah.  sekalipun, Neheri Yirai Bambu sampai saat Ini mengunci akses Informasi keluar.

Pada senin (28 Januari 2020) total warga Cina yang meninggal akibat virus ini mencapai 80 orang, setelah kematian secara Cepat terjadi di Provinsi Huabei. Dengan bertambahnya jumlah kematian, maka Total  kasus Virus Corona di china terkonfirmasi mencapai 2.744 orang.

Hingga selasa, Virus Corona ini telah menyebar ke berbagai negara seperti Prancis, Australia, Amerika Serikat dan negara Asia lainnya seperti Thailand, Filipina, Malaysia, singapura, jepang termasuk Beijing. Bahkan salah seorang Dokter yang menangani Virus Corona, Liang Wudong, dikabarkan meninggal dunia.

Dalam sejarahnya, sebelum Virus Corona, telah ada beberapa penyakit yang mewabah dan berkembang pesat dari China dan sekitarnya dan menyebarluas ke berbagai negara, antara lain:

1. SARS : Sindrom pernapasan akut adalah penyakit pernapasan yang menular dan berpotensi menyebabkan kematian pada penderitannya, sebagaimana yang dilaporkan Midlineplus.

Penyakit ini muncul pertama kali di china pada November 2002 dan baru diidentifikasi Februari 2003. Sebelum bisa ditangani SARS telah menyebar ke lebih 24 negara selama periode itu. Mulai dari November 2002 hingga juli 2003, penyakit SARS telah menelan 774 korban Jiwa dan Menjangkiti 8.098 orang diseluruh dunia.

2. H5N1 : menurut Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), H5N1 adalah jenis Virus Influenza yang menyebabkan penyakit pernapasan parah yang sangat menular pada burung yang disebut Avian influenza (Flu burung).

Meski menular dan dapat menjangkiti manusia, namun H5N1 sulit menularkan Infeksi dari manusia ke manusia, kemungkinan untuk orang meninggal dunia bila terjangkit virus ini sekitar 60%.

Menurut laporan Centers For Disease control and Prevention (CDC): Virus Avian Influenza (H5N1) pertama kali ditemukan pada Tahun 1996, pada Binatang Angsa di China dan pertama kali terdeteksi pada Manusia, pada Tahun 1997 ketika wabah Flu burung merebak ke Hongkong.

Ada yang menyebut Virus Corona bukan virus Alami, Ditenggarai China dibalik Virus Corona. Hal tersebut diketahui setelah Ilmuan Rusia dan Anggota RAMN Sergey kolensnikof meneliti tentang virus yang mewabah akhir-akhir ini. Dari Hasil penelitian itu ditemukan bahwa virus ini sengaja dibuat dilaboratorium China yang dipersiapkan untuk senjata biologis. Virus Corona sama dengan virus SARS dan bukan secara kebetulan, 87% sama dengan Virus SARS Amerika.

Pada saat Laboratorium ini didirikan dikota Wuhan, dimana kota tersebut tempat wabah Virus Corona pertama kali bertransmisi, para ilmuan sudah memprediksi hal tersebut akan terjadi.

Namun, ilmuan lain membantah, adanya kebocoran dilaboratorium tersebut : ” pada titik ini, tidak ada alasan lain selain mencurigai bahwa Fasilitas itu ada hubungannya dengan Wabah”, Tutur Ahli Mikrobiologi Rutgers University, Dr. Richard Ebright.

Wuhan diketahui merupakan Rumah BIO LAKE, Pangkalan Industri terbesar untuk Bio-Inovasi dan produksi obat Eksperimental. Perusahan-perusahan Bio-Farmacy Wuhan Berjumlah 500 pabrik dengan 8 pabrik  terbesar inilah yang membuat penduduk kota Wuhan dituduh membocorkan senjata Biologis  dan menginfeksi penduduk.

Lab itu terletak sekitar 20 Mil dari Huanan Seafood Market yang diduga sebagai pusat penularan Virus Corona. Para Peneliti menyakini virus bermutasi dan menular ke manusia melalui kontak Hewan-manusia dipasar itu, seperti disebutkan, Metro UK.

Ditempat Yang lain juga, seorang analis perang Biologis Israel mengklaim, Virus itu kemungkinan berasal dari laboratorium yang terhubung dengan program senjata biologis Rahasia negeri panda.

Seperti diberitakan The Washington Times, Senin (28 januari 2020), Radio Free Asia pekan Lalu menyiarkan ulang tentang Laporan Televisi Wuhan Tahun 2015, yang menunjukkan laboratorium penelitian virus paling Canggih di China.
Laboratorium itu dikenal dengan Insitut Virologi wuhan. Laboratorium tersebut satu-satunya situs yang dinyatakan diChina mampu bekerja dengan virus mematikan.

Dany Shoham adalah mantan perwira Intelejen Militer Israel yang telah mempelajari perang biologis China mengatakan bahwa insitut ini terkait program Bio-weopons bersifat Rahasia. “Laboratorium tertentu di insitut ini mungkin telah terlibat, dalam hal penelitian dan pengembangan senjata biologis. Meskipun belum tentu itu adalah Fasilitas utama”, Kata Shoham.

Melalui surat elektronik kepada Washington Post, Shoham mengklaim pengerjaan senjata biologis biasanya dilakukan secara Rahasia, yang melibatkan Unsur militer dan sipil. “Jadi Biasanya pengerjaannya bisa terselubung”.

Namun China Membantah memiliki Senjata biologis Ofensif. dikutip dari Politifact.com menyebutkan bahwa menghubungkan virus corona dengan Senjata biologis Rahasia China merupakan klaim Tak berdasar. Sampai saat ini, belum ada bukti pendukung  atas klaim tersebut. Sementara Kementrian kesehatan China menyebutkan Virus Corona itu berasal dari pasar makanan laut di wuhan.

Ada juga Spekulasi bahwa awal Munculnya Virus Corona, karena kebiasaan Masyarakat Wuhan memakan Binatang/hewan Liar yang diKonsumsi secara serampangan Hidup-hidup oleh Masyarakat Wuhan. Untuk kasus ini, menurut analisa para Ahli, diperlukan penelitian yang lebih Komperhensif, sebab Selain China, beberapa daerah di Indonesia, Thailand, dan Asia Lainnya Juga kerap memakan Hewan Liar yang sejenis dengan Klaim Menteri Kesehatan China sebagai sebab Munculnya Virus Corona.