Padi Muna Segera Panen, BEM FEB UHO Desak Bulog Serap Gabah Petani

38

Muna, bidiknews.net – Petani padi di Kabupaten Muna kini memasuki musim panen. Panen raya ini berada di lokasi cetak sawah baru, Desa Bante, Kecamatan Kabawo. Ditengah merebaknya wabah covid-19, serapan hasil panen petani berupa gabah terancam turun harga.

Aldin, selaku Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Halu Oleo (UHO) angkat bicara.
“Saat ini harga gabah panen di tingkat petani cukup bervariasi. Meski ada yang diatas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang mencapai Rp4.200 per kilogram, namun ada juga yang di bawahnya, yaitu dikisaran harga Rp3.800 hingga Rp4.000 per kilogram tergantung kondisi gabah” ungkap Aldin.

Menanggapi keluhan itu, Aldin yang tergabung dalam kelompok milenal bernama Militan Milenial Muna (M3) meminta Sub-Divre Bulog setempat membeli gabah dan padi milik petani guna mengejar target penyerapan beras yang ditetapkan oleh pemerintah.

Advertise

Baca Juga

“Ini sesuai dengan arahan Menteri Perdagangan agar Bulog menjaga stok pangan dalam kondisi darurat corona dan sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan” ujarnya kepada media ini pada Rabu, 07/04/2020.

Aldin juga mendesak Pemerintah Daerah Muna segera berkoordinasi dengan Bulog sehingga ketersediaan gabah dan padi dapat terserap dipasar dan harga gabah ditingkat petani tidak anjlok.

“Untuk membantu proses penyerapan tersebut, Pemda Muna juga harus menyiapkan gudang yang dapat digunakan Bulog guna menampung gabah yang dibeli dari petani” jelas Aldin.

Hal senada disampaikan oleh Ketua BEM FEB UHO, Muhammad Gustam. Gustam mengingatkan agar dalam musim penghujan seperti ini perlu kebijakan khusus menyiasati situasi.

“Jika Bulog kesulitan penjemuran gabah, Pemda Muna mesti menyiapkan mesin-mesin pengering yang dapat digunakan untuk mengeringkan gabah sehingga desakan komitmen Bulog untuk menyerap gabah petani tetap dapat berjalan,” imbuh Gustam.

Berdasarkan data yang diungkapkan penyuluh pertanian Desa Bente, La Ode Lambela, area sawah yang akan dipanen seluas 67 hektar (ha) dengan kisaran produktivitas sebesar 3,8 ton per hektar gabah kering panen (GKP). Sawah ini dikelolah oleh kelompok tani Salena I dan Salena II.

Jika mengacu pada Permendag nomor 24 tahun 2020 pasal 3 ayat (1) huruf a tentang penetapan harga pembelian pemerintah untuk gabah atau beras, harga pembelian gabah kering panen dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 25% dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 10% sebesar Rp4.200/kg di petani atau Rp4.250/kg di penggilingan.

“Andai saja gabah hasil panen petani dibeli oleh Bulog, maka stok beras sub divre di Muna akan bertambah 254,6 ton. Selain itu, petani yang tergabung dalam kelompok tersebut akan memperoleh omzet sebesar Rp1,07 Miliar atau Rp15,97 juta/hektar. Tentu ini dapat membantu ekonomi petani dalam kondisi sulit seperti ini” tutup Aldin.

Laporan : Biro Sultra _ Munawir, S. Pd.
Editor : Redaktur Bidik News