PAHAM Indonesia Sebut Polisi Terapkan Extra Judicial Killing Terhadap Anggota FPI

146

BIDIKNEWS.id, Jakarta - Pusat Advokasi Hukum dan Ham Azasi Manusia (PAHAM) Indonesia menyesalkan tewasnya enam orang aggota Front Pembela Islam (FPI), menurutnya tidak perlu terjadi pembunuhan sebagaimana kabar yang beredar luas.

PAHAM juga mempertanyakan paham dan azas 'Salus Populi Suprema Lex Esto' atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Tindakan Polisi terhadap enam orang anggota FPI dinilai sebagai tindakan extra-judicial killing atau pembunuhan diluar putusan pengadilan.

"Tindakan seperti ini dilarang keras oleh ketentuan dalam hukum HAM internasional maupun peraturan perundang undangan National." Tulis PAHAM melalui press release kepada Bidik News.

Advertise

Larangan yang dimaksud PAHAM, dimuat dalam Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, serta International Covenant on Civil and Political Rights/ICCPR (Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil dan Politik) yang diratifikasi melalui UU Nomor 12 Tahun 2005.

Lanjut PAHAM, Extra-judicial killing merupakan suatu pelanggaran hak hidup seseorang. Hak hidup setiap orang dijamin oleh UUD 1945 dan merupakan hak asasi yang tidak dapat dikurangi apapun keadaannya (non-derogable rights). Oleh karenanya, tindakan demikian tidak dapat dibenarkan oleh negara hukum seperti Indonesia.

Tindakan ini juga melanggar hak-hak lain yang dijamin baik oleh UUD 1945, UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia ataupun ketentuan hukum HAM internasional, seperti hak atas pengadilan yang adil dan berimbang (fair trial).

PAHAM Indonesia memberikan pernyataan Sikap, sebagai berikut :
Mengutuk tindakan Extra-judicial killing;
Polri harus selalu menganut asas 'Salus Populi Suprema Lex Esto' atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

Mendesak Kapolda Metro Jaya untuk dicopot dari jabatannya;
Mendesak untuk segera dibentuk Tim Pencari Fakta Independen untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa tersebut.

Editor : Redaktur Bidik News