Pasar Ibukota Kecamatan Pantar Barat Laut Tidak difungsikan, Bupati Alor diminta Memperhatikan Ekonomi Marica

3

Pasar Ibukota Kecamatan Pantar Barat Laut yang terletak di marica desa kayang hanya tinggal bangunan tak berfungsi, Aparatur pemerintahan setempat hanya memperhatikan bangunan fisik saja, sedangkan fungsi substansinya tidak dibangun sebagaimana mestinya. Sepuluh dua puluh tahun yang lalu, pasar marica bahkan menjadi sentra perputaran uang yang sangat besar, namun sayang, setelah berdiri kecamatan malah bertambah buruk keadaan pasarnya. 
Sebagaimana diketahui, kurang lebih 9 thn terakhir ini, keadaan pasar hanya tinggal bangunan saja. Seorang tokoh perempuan marica Kamsi Anas, sangat menyayangkan keadaan ini, bahkan menuntut pemerintah terkait untuk bertanggung jawab atas keadaan seperti ini. Indikasi matinya pasar marica adalah akibat ulah camat pertama Otniel K. Lilly yang diduga bertindak diskriminatif dan mempengaruhi sebagian Masyarakat dan pedagang Pantar Barat Laut agar tidak beroperasi di marica. 
Prestasi buruk yang ditorehkan camat pertama itu juga bukan hanya pada sektor ekonomi tapi bahkan merambah di sektor pemerintahan, ditandai dengan gagalnya proyek pembangunan Rumah jabatan camat di periode pertama lalu bahkan kantor kecamatan ikut menanggung dosa mangkraknya proyek pembangunan infrastruktur tersebut. Empat kali pergantian camat dan sudah diusulkan melalui diskusi diskusi, tetapi usul saran Masyarakat tidak pernah direalisasikan. 
Menurut seorang warga marica Aminah Leky, “Persoalan ini bukan baru kali ini kita usulkan, hampir setiap kali camat baru, kami selalu usulkan, tapi tidak ada realisasi, bahkan seolah sengaja ditiadakan pasar kami” tutupnya. 
Ironi memang, Aparatur pemerintahan kecamatan yang sudah hampir sepuluh tahun beroperasi di marica ini, tidak bisa menjadi Fasilitator terlaksananya kegiatan ekonomi masyarakat, bahkan yang menjadi pertanyaan besarnya adalah mengapa pasar di marica mati sejak munculnya Kecamatan?, bukan malah membawa kebaikan, tapi menorehkan tinta merah raport pemerintahan desa maupun kecamatan. Mahasiswa marica juga mendesak Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, agar dapat meninjau fungsi pasar yang selama ini hanya bangunannya yang menghiasi infrastruktir Marica bahkan menurut seorang mahasiswa Marica, ini sama halnya pembohongan publik.