Prihatin terhadap Muslim Uighur, Institut Jurnalis Kemanusiaan minta Presiden, Putuskan Hubungan Diplomatik dengan China

81

Makassar, bidiknews.net
Santer seantero jagad, soal krisis Kemanusiaan yang terjadi di Uighur Xinjiang China Selatan, hal ini megundang jutaan ungkapan belasungkawa dari berbagai elemen masyarakat dunia.

Tidak terlepas dari itu, komunitas Jurnalis yang menamakan dirinya Institut Jurnalis Kemanusiaan, sekelompok Jurnalis yang konsen dengan misi kemanusiaan angkat bicara persoalan Uighur.

Sya’ban Sartono, Pimpinan Umum Institut Jurnalis Kemanusiaan (IJuK) dalam rapat harian IJuK menyampaikan kecamannya terkait penyiksaan yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap etnis Minoritas Muslim Uighur.

Advertise

Baca Juga

“Kita mengecam tindakan brutal, aksi terorisme yang dilakukan China terhadap etnis Muslim Uighur” ungkap Sya’ban.

Menurut Sya’ban, IJuK meminta presiden untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan China, hal ini menurutnya sebagai implementasi menjalankan Undang undang Dasar 1945, sebagaimana tertera dalam pembukaan UUD 45″

“Kita juga menyurati presiden, meminta agar segera memutuskan hubungan diplomatik dengan China, dimana kita menolak Penjajahan Di atas dunia, sebagaimana tertera jelas dalam pembukaan undang-undang dasar kita”

Masih menurut beliau, penyiksaan di Xinjiang, membuka mata dunia tentang Teroris dan tindakan radikal terorisme yang selama ini dialamatkan pada komunitas agama tertentu. Bahkan mengkritisi kedok pendidikan “De-Radikalisasi” yang dilakukan di China, bahwa sebaiknya dijadikan timbangan, melihat Program ini sedang gencar juga dilaksanakan di republik ini.

“Sudah terang di hadapan kita, De-Radikalisasi yang merupakan kedok China menghilangkan budaya Islam di Uighur, mestinya menjadi perhatian di Indonesia, melihat Program ini sedang digencarkan juga disini”, ungkap Sya’ban.

Di tempat yang lain, Sya’ban juga menyebutkan, dominasi kekuasaan China di tanah air sebaiknya segera disadari pemerintah. Pasalnya, beberapa kasus yang berhubungan dengan entis Tionghoa di negeri ini selalu berujung “Aman”.

“Sebut saja, Proyek proyek besar selalu dikerjakan oleh China, Korupsi dengan angka Milyaran bahkan Triliunan juga China, yang masukkan narkoba dalam jumlah ton juga dari China, pemerintah sejatinya sudah harus sadar terkait dominasi China ini”.

Lanjut Sya’ban,
“Di Makassar, heboh juga Warga keturunan Tionghoa, Jen Tang yang konon DPO 2 tahun, Mlempem di tangan kejaksaan, 52 hari saja ditahan. DPO kok diberikan penangguhan penahanan???”. Tegas Sya’ban.