Pelapor Ijazah Kades Kayang tegaskan bukan karena tendensi Politik

222

Alor, bidiknews.net – Ijazah Kepala Desa Kayang Pantar Barat Laut yang dilampirkan saat pemilihan Kepala Desa beberapa waktu lalu menuai polemik. Diduga Palsu oleh rival politiknya, hal ini kemudian berlanjut sampai dibawa ke ranah hukum, tertanggal 17 Desember dilaporkan ke Polres Alor dan semntara terproses.

Amiruddin Leki, pelapor Ijazah Taslim Apah mengaku jika pelaporannya itu tidak ada kaitannya dengan momen politik pemilihan Kepala Desa lalu. Namun menurutnya hanya ingin memberikan pembelajaran kepada semua orang terkait dokumen negara yang diduga dipalsukan.

Dugaannya bukan hanya pepesan kosong, namun disertai dengan beberapa alasan, diantaranya;
1. Jenis tulisannya berbeda dengan Ijazah teman seangkatan Taslim Apah, yang juga dikeluarkan pada tahun yang sama,
2. Nomor seri Ijazah dan nonor induk siswa dianggap tidak sesuai dengan Abjad nama Taslim Apah, serta
3. Stample yang menurut Pelapor diameternya sedikit lebih kecil dari Ijazah pembanding lainnya, dan
4. Di Ijazah pembanding terdapat sidik jari dan tanda tangan, sedangkan Ijazah Taslim tidak ada.

Advertise

Baca Juga

Beliau berharap, Polres Alor bisa menjadi jembatan penghubung yang baik dalam menyelesaikan sengketa ini.
“Saya harapkan dan mohon kepada bapak kepolisian, yang menangani persoalan yang ada ini supaya bisa sampe tuntas, kalo memang benar ya benar, tapi kalo salah menjadi pembelajaran bagi kita semua, Supaya lain kali, dokumen negara ini kita jangan pake main main” tegas Amiruddin.

Sebagaimana diketahui, polemik ini berlangsung saat pendaftaran bakal calon kepala desa, namun panitia pencalonan tidak memiliki kompetensi untuk menilai keabsahan ijazah, kemudian hal ini dibawah ke Dinas Pendidikan, namun karena kecewa dengan jawaban dinas yang menurut pelapor tidak sesuai pertanyaan pelapor, akhirnya perihal ini dilanjutkan di kepolisian setelah lebih kurang 5 bulan berjalan di Dinas Pendidikan.

Terkahir, Amiruddin Leki tegaskan, agar perihal Ijazah ini bisa diselesaikan sampai tuntas.
“Saya mohon kepada bapak kepolisian bahwa mereka juga abdi negara juga, seandainya dokumen ini bersalahan, maka itu sama dengan kita mempermainkan dokumen negara. Kalau ini negara punya barang na kita harus konsisten untuk selesaikan ini”. Tututpnya.

Redaksi Bidik News