Pemerintah Minta Warga Tetap Gunakan Masker dalam Rumah, Ini Sebabnya

25

Jakarta, bidiknews.id – Pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di Indonesia sudah memasuki bulan ketujuh. Akibat Covid-19, mengubah seluruh sendi-sendi kehidupan mulai dari ekonomi hingga sosial. Pandemi yang belum berakhir ini juga semakin menakutkan warga. Pasalnya, belakangan ini kluster-kluster baru terus bermunculan.

Dikutip dari detik.com, belakangan ini, klaster keluarga cukup mendominasi sebaran harian kasus di tanah air. Teranyar, Dinas kesehatan Kota Bandung menemukan 299 kasus baru yang merupakan penelusuran dari klaster keluarga.

Sementara laporan harian Tim Satgas Covid-19 Indonesia terus mencatat rekor penambahan kasus positif harian. Per Jumat 25 September kemarin, kasus konfirmasi positif virus corona kembali memecahkan rekor dengan penambahan kasus baru mencapai 4.823 kasus. Secara nasional, akumulasi kasus positif per hari ini mencapai 266.845 kasus, 196.196 sembuh, dan 10.218 meninggal dunia.

Advertise

Baca Juga

Akibat dari kluster keluarga ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ikut bereaksi. Kementerian PPPA meminta agar warga tetap memakai masker baik di luar rumah maupun di dalam rumah.

Menteri PPPA, I Gusti Bintang Ayu Dharmawati mengungkapkan, penggunaan masker di dalam rumah juga untuk menghindari lonjakan kluster kelurarga yang beberapa bulan terakhir mendominasi sebaran kasus Covid-19.

“Tetap harus memakai masker, masker ini tidak hanya dilakukan di luar rumah, di dalam rumah pun harus kita lakukan. Apalagi ketika ada di keluarga kita kelompok rentan, seperti balita demikian juga lansia,” kata Menteri PPA I Gusti Bintang Ayu Dharmawati dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat 25 September.

Menurut Bintang, dengan menggunakan masker di dalam rumah, dapat membantu memutus penyebaran klaster keluarga di Indonesia. Saat ini pihaknya pun tengah menggodok aturan baru khusus soal protokol kesehatan pencegahan Covid-19 bagi keluarga.

“Protokol kesehatan ke depan diarahkan bagaimana untuk mencegah keluarga terinfeksi paparan Covid-19, kemudian juga protokol kesehatan mengatur ketika sudah ada keluarga yang terpapar, langkah-langkah apa yang harus dilakukan,” jelasnya dilansir dari detik.com.

Bintang menilai klaster keluarga ini muncul dari mobilitas salah satu keluarga di luar rumah, seperti para pekerja di perkotaan. Oleh sebab itu, Bintang pun mengingatkan agar anggota keluarga yang kembali ke rumah sepulang beraktivitas terlebih dulu membersihkan badan sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain.

Selain itu, ia meminta agar aktivitas pertemuan keluarga seperti perayaan ulang tahun, arisan keluarga, dan aktivitas mengundang massa lainnya untuk dihindari dan diganti dengan pertemuan via daring atau menggunakan teknologi dan jaringan internet.

Editor: Ahmad Rusli