PEMUDA HARAPAN BANGSA

7

Oleh: Sudarto L. Lema

Indonesia merupakan negara kepulauan  (Nusantara) yang multikultural terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Minanga sampai ke Pulau Rote, dengan keberagaman tersebut maka para pendiri bangsa menyebutnya menggunakan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Keberagaman yang dimiliki merupakan aset terbesar bangsa yang perlu dirawat, dijaga dan terus dilestarikan agar tercipta kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Negara yang besar tak lupa akan sejarahnya dan akan selalu ingat perjuangan para pahlawan yang gagah berani melawan para penjajah.

Tepatnya 91 Tahun silam (1928) para pemuda gagah merapatkan barisan yang dipelopori oleh Bung Tomo dalam berjuang melawan penjajah. Semangat para pemuda dikala itu bergelora mendeklarasikan sumpahnya;

“Kami putra/i Indonesia mengakui bertanah air satu tanah air Indonesia,
Kami putra/i Indonesia mengakui berbangsa satu bangsa Indonesia,
Kami putra/i Indonesia mengakui berbahasa satu bahasa Indonesia”.
Sumpah pemuda merupakan kristalisasi perjuangan para pemuda melawan berbagai macam bentuk penindasan para penjajah.

Di era reformasi dewasa ini para pemuda seolah-olah lupa dengan sumpah yang diikrarkan 91 Tahun silam hal ini merupakan bentuk kekeliruan disebabkan berjuang tidak berlandaskan idealisme tetapi berlandaskan kepentingan individu dan golongan, tindakan ini tentu sangat meresahkan dan menjatuhkan kewibawaan seorang pemuda.

Pentingnya peran pemuda dalam menyongsong Kemerdekaan Republik Indonesia sampai Bung Karno (Proklamator) pernah mengatakan “beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”.

Para pemuda/i di seluruh pelosok negeri anda memiliki nilai tambah ketika ikhlas berjuang mempertahankan negeri ini, saatnya kita bangkit untuk melawan para penghianat bangsa dan masalah sosial lainnya karena masa depan negeri ini berada di tangan anda wahai para pemuda.