Penganiayaan terhadap Guru, Kapolres Gowa; Berani Berbuat, Berani Bertanggungjawab

7
Press Conference Kasus Penganiayaan Guru
Kasus penganiyaan wali murid terhadap guru di kabupaten Gowa yang sempat viral di seantero jagad Maya itu mengundang perhatian khusus dari berbagai kalangan Masyarakat hingga menasional. Bagaimana tidak, Vidio berdurasi lebih kurang 20 detik yang diupload ke sosial media itupun di repost ke semua aplikasi media sosial sehingga viral di dunia Maya.

Tanggapan dan penilaian datang dari berbagai kalangan masyarakat, tidak terlepas Kapolres Gowa sebagai penanggungjawab keamanan di lingkungan Resort Gowa. Melalui media sosial Facebook, Kapolres Gowa menyampaikan kesiapan Polres Gowa dalam menangani masalah tersebut. Dalam postingan yang dimuat pada, Kamis, 5/09/19 

Polres Gowa pada Kamis (05/09) merilis penegakan hukum atas kasus pengeroyokan thd Ibu Astia (40), guru SD di Somba Opu, Gowa. Kedua tsk kakak beradik, NV (20th) dan APR (17th) ditangkap penyidik Polres Gowa pd Rabu (04/09) malam. Kekerasan thd guru Astia menjadi viral di media sosial dan menjadi atensi publik scr luas. Kami menyayangkan tindakan para tersangka dilakukan di depan murid2, tidak mengindahkan etika dan dampak psikologis thd anak didik. 

Berani berbuat, berani bertanggungjawab. Bukankah seharusnya kita menghormati para guru, mengapa guru mendapat perlakuan yg tidak semestinya??.

Kapolres Gowa juga mengingatkan agar menghormati para guru. Sebagai pemangku jabatan kepolisian di lingkungannya, Kapolres berjanji akan melaksanakan penindakan hukum seadil adilnya terhadap pelaku, sesuai dengan sistem hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.