Pengerjaan Lapen Sp.Lima-Lengor di Matim Berkualitas Buruk

257

BIDIKNEWS.id, Manggarai Timur - Pengerjaan proyek lapisan penetrasi (Lapen) dengan nama paket Simpang Lima-Lengor diduga asal jadi sehingga hasilnya buruk dan tidak berkualitas. Pantauan Bidik News belum lama ini, di beberapa ruas tertentu, sudah mengalami kerusakan parah. Padahal proyek dengan pagu 1.917.954.000 tersebut usianya belum genap sebulan.

Stevanus Sambung, salah satu warga pengguna jalan, saat ditemui Bidik News di lokasi, menyayangkan kualitas pengerjaan tersebut. Sebab, menurut dia, pengerjaan Lapen yang harus diutamakan adalah drainase.

"Pihak kontraktor terlalu memaksakan diri kerja di musim hujan begini. Bagaimana mungkin kualitasnya bagus kalau siram aspalnya saat hujan," tandas Stevanus

Ia berharap, DPRD dan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur harus tegas menindaklanjuti pengerjaan Lapen Sp. Lima-Lengor.

Evaritus S. Suwardi, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur Dapil 4, saat ditemui Bidik News mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan monitoring bersama Kepala Dinas PUPR Matim.

"Secara kelembagaan sesuai Tupoksi, kita sudah turun di lokasi proyek bersama Kadis PUPR. Pemda, dalam hal ini Dinas PUPR harus bertindak tegas bagi para Kontraktor yang kerjanya asal-asalan begini," ucapnya.

Dihubungi via telepon, Sabtu (9/1/2021), Yos Marto, Kepala Dinas PUPR Matim, mengungkapkan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh CV Perintis. "Usai melakukan monitoring di lokasi beberapa waktu lalu, kita langsung bertindak tegas terhadap kontraktornya. 30 persen dari pagu sudah diblokir, dan tidak akan dicairkan jika yang bersangkutan belum memperbaiki kerusakannya," jelas Marto.

Hingga berita ini dipublikasi, Direktur Utama atau Kontraktor CV Perintis belum berhasil dikonfirmasi.

Laporan: Biro NTT_Nardi Jaya