Pengusaha Apresiasi Pemerintah atas Pengesahan RUU Cilaka, Buruh Menjerit

32

BIDIKNEWS.id, Nasional – RUU Cipta Kerja (Omnibus Law Ciptaker) telah resmi disahkan menjadi Undang-Undang dalam rapat paripurna bersama Dewan di gedung DPR Senayan Jakarta pada Senin, 5/10/2020. Para pengusaha pun menyambut baik pengesahan ini.

“Kalangan dunia usaha menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada pemerintah dan DPR yang telah menyepakati pengesahan RUU Cipta Kerja untuk menjadi UU,” ungkap Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani dilansir dari Kompas.com, Senin, 5/10/2020.

Shinta mengungkapkan, jika UU Cipta Kerja mampu menjawab permasalahan yang selama ini menjadi kendala di dunia usaha, diantaranya terkait perizinan dan aturan yang saling menganulir. Dan juga melajukan investasi yang berimplikasi pada terciptanya lapangan kerja.

Advertise

Baca Juga

Ia melanjutkan, kehadiran UU Cipta Kerja justeru diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui program pemulihan dan transformasi ekonomi, apalagi dalam situasi Pandemi CoViD-19 yang berdampak pada melemahnya ekonomi dunia

“Pandemi Covid-19 berdampak luas tidak hanya pada kesehatan, namun juga kontraksi pada ekonomi termasuk penyediaan lapangan kerja. Saat ini banyak yang kehilangan pekerjaan. RUU Cipta Kerja menjadi penting dan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar pengusaha ini.

Perlu diketahui, di sejumlah wilayah Indonesia para Buruh menyatakan sikap melawan oligarki kekuasaan yang menurut mereka, undang-undang ini lebih mementingkan kepentingan Neolib ketimbang Rakyat dan Buruh.

Di Makasar misalnya, sejumlah organisasi Buruh telah menyatakan sikap menentang Undangi ini, salah satunya datang dari Asosiasi Buruh Independen (ABI) yang dinahkodai oleh Sya’ban Sartono Leky, S.H. Kepada Bidik News, beliau menyampaikan

“Dengan lantang, ABI menolak Undang-undang ini, sebab mementingkan investor yang memiliki modal, dibanding rakyat jelata. Kami meminta kepada Presiden untuk menerbitkan Perppu pembatalan Undang Undang Cilaka ini, atau gerakan rakyat yang berujung pada pemakzulan Presiden dari jabatannya.” Tegas Sya’ban.

Di Demak, Buruh gelar do’a bersama, Siap ke Jakarta, Cirebon, Buruh aksi demonstrasi di gedung DPRD, Surabaya, Buruh tuntut Jokowi keluarkan Perppu pembatalan. Di Cimahi, Buruh gedor Pabrik, di Karawang Buruh mogok kerja 3 hari, begitu juga Cilegon, Cianjur, Serang, Cikarang dan masih banyak lagi daerah daerah lainnya.

Editor : Redaktur Bidik News