Perangkat Desa Kedapatan Asusila, Warga Geruduk Kantor Camat Tanjunganom

328

BIDIKNEWS.id, Nganjuk - Ratusan warga Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, menggeruduk kantor Kecamatan setempat. Massa ditemui jajaran Muspicam Tanjunganom di aula kecamatan.

Sejumlah perwakilan warga menuntut perangkat desa yang tidak bermoral untuk segera dicopot dari jabatannya, karena dinilai tidak bisa memberikan teladan pada warganya. Warga juga menilai para perangkat ini sudah tidak bisa menjaga kepercayaan mereka.

Informasi yang dihimpun Bidik News, dilansir Media online aksaratimes.com Massa menuntut pencopotan sunarsih selaku Kepala Dusun Santren dipercepat karena masyarakat sudah tidak mau dipimpin oleh Kasun tidak bermoral.

Tuntutan ini berawal saat terjadi penggerebkan di Desa Watudandang, kecamatan Tanjunganom kabupaten Ngajuk pada awal tahun 2020 yang dilakukan warga setempat,

Informasi yang diterima Bidik News, tuntutan ini terkait dugaan perselingkuhan oleh sunarsih yang hingga kini menjabat sebagai Kepala Dusun Santren Desa Malangsari dengan mantan Kepala Desa malangsari, Sunaryo.

Mujiono, Kepala Desa Malangsari yang baru dan jajaran pengamanan aksi dari Polres Nganjuk kemudian melakukan audiensi di balai Desa setempat. Menurut Mujiono, pihaknya juga harus mematuhi prosedur dalam pemberhentian Kasun Sunarsih,

"Kita juga sudah memberikan surat pemberhentian sementara terhitung dari tanggal 26 Oktober kemarin, kita menunggu hasil evaluasi dari kecamatan untuk memberikan surat rekomendasi atau surat pertimbangan sanksi berat terhadap oknum tersebut," ujar Mujiono.

Sebelumnya, Bidik News juga menerima Siaran Pers dari Kecamatan Tanjunganom yang saat itu dipimpin Bambang Subagio, M.M. Beliau menyampaikan jika pihaknya harus mencari pertimbangan yang kuat dan dasar dari pemberhentian ada pada UU nomor 6 tahun 2014, PP No.43 dan Permendagri No.67 serta Perbup No.34 sebagai rujukan melakukan pemberhentian.

Beliau juga mengatakan pihaknya sudah melakukan pemberhentian sementara dan masih menunggu dasar yang kuat untuk dilakukan pemberhentian tetap.

"Untuk pemberhentian sementara berlaku 30 hari setelah dikeluarkannya SK pemberhentian tersebut," tulisnya.

Laporan : Biro Jatim _ Kusno
Editor : Redaktur Bidik News