Peringati G-30 S/PKI, SAPMA Gowa Gelar Aksi Damai

38

BIDIKNEWS.id, Gowa – Dalam rangka memperingati Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G-30 S/PKI), Satuan Siswa, Pelajar Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Gowa, lakukan aksi damai di Jl. Poros Tumanurung, Somba Opu Gowa, pada Rabu, 30/09/2020.

Sebagaimana diketahui, sejarah menyebutkan perjalanan PKI sebagai Partai pemberontak yang konon merubah Fsafah dasar negara yaitu Pancasila. Sebagaimana namanya, Partai Komunis, membawa paham Komunis yang yang mana hal ini bertentangan dengan Pancasila.

Dalam aksi itu, Ketua SAPMA menyampaikan “Saya tekankan kepada masyarakat kabupaten Gowa dan pengguna jalan, bahwa tepat pada 55 tahun yg lalu, yaitu pada tanggal 30 September terjadi pemberontakan dimana mana sampai gugurnya 6 Jendral yg telah di bunuh dan di masukkan ke dalam lubang buaya.” Tegas, Ketua SAPMA – PP Komisariat Somba Opu,

Advertise

Baca Juga

Kepada Bidik News, beliau juga menyampaikan “Banyaknya para ulama yg dibunuh, banyaknya para santri yg di bunuh ini karna kezaliman para PKI yang akan mengkudeta pemerintahan dan akan merubah ideologi Pancasila menjadi paham komunisme.” Tuturnya.

Sebagaimana perkembangan isu belakangan ini, banyak tindakan kriminalisasi terhadap para Ulama dan tindakan tindakan vandalisme yang memusuhi dan merusak rumah rumah ibadah kaum muslimin, yang hal ini dinilai sama dengan tindakan PKI pada masa lampau

Dalam orasinya, Ketua Sulkifli menyebutkan beberapa tuntutannya,
1. Stop kriminalisasi ulama
2. Menjaga keamanan pemuka agama
3. Meminta pemerintah pusat TNI Polri serta BNPT mengusut tuntas dalang penyerangan ulama
4. Kembalikan mata pelajaran sejarah kelam pemberontakan G-30 S/PKI
5. Bumi hanguskan Antek-antek PKI di NKRI.

Bidik News juga menerima pernyataan sikap SAPMA saat unjuk rasa, “Mengenang gugurnya para pahlawan yg mempertahankan Pancasila maka kami wajib memperingati gerakan kezaliman PKI hari ini bahkan kami siap berhadap-hadapan dan berjihad melawan kaum-kaum yg memakai pemahaman komunis”

Lanjutan rilisnya, kader SAPMA, haram hukumnya jikalau kader sapma tidak siap berhadap hadapan dengan kaum kaum komunis.

Kepada Bidik News, Imam, yang juga adalah salah satu kader SAPMA, meminta kepada pihak Kepolisian dan TNI serta Masyarakat secara umum, untuk memberikan fasilitas keamanan bagi para ulama dalam aktivitas dakwah mereka.

“Bahwa Al Ulama Warasatul Anbia ulama itu pewaris nabi, ulama itu bukan milik kelompok tapi memiliki seluruh komponen masyarakat apalagi ulama merupakan sosok rohaniawan yang memiliki nilai kebajikan. Ulama juga punya andil sangat besar dalam kemerdekaan bangsa.” Sebut Imam.

“Karena PKI adalah musuh kemerdekaan, maka kami meminta film G-30 S/PKI setiap tahunnya diputar agar menjadi sarana edukasi bagi penerus bangsa agar ia mengetahui 7 pahlawan yg gugur di bunuh secara tragis bahkan sebelum di bunuh mereka diperbudak oleh kaum kaum PKI.” tutup Imam.

Editor : Redaktur Bidik News