Pesan Penting ‘Presiden Akal Sehat’ Jelang Pilwali Makassar

52

BIDIKNEWS.id, Makassar — Menjelang hari pencoblosan Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember mendatang, tokoh politik yang dikenal dengan julukan Presiden Akal Sehat, Rocky Gerung menyambangi Kota Makassar, Sabtu 21 November 2020.

Dalam kesempatan itu, Rocky bercengkrama dengan anak-anak muda Kota Daeng di Cafe Ombak, Jalan Ujung Pandang Makassar.

Banyak hal yang disampaikan Rocky. Salah satunya tentang tema anak muda dan politik. Rocky Gerung mengajak anak muda Makassar untuk sama-sama menyongsong harapan baru dengan keterlibatan politik melalui Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar 2020.

Advertise

Menurut Rocky, anak muda berperan penting dalam menghasilkan politik masa depan.

Sehingga melalui Pilkada atau Pilwali Makassar kali ini, masa depan itu bisa diraih dengan tujuan memberikan ruang atau keterlibatan yang lebih luas untuk anak muda dengan menentukan pilihan yang tepat.

“Pilihlah pemimpin atau paslon yang tepat. Pemimpin baru karena bisa mengevaluasi pemimpin yang lama,” jelas Rocky dikutip dari NewsUrban.id.

Rocky Gerung mengungkapkan beberapa alasan mengapa lebih menyarankan memilih pemimpin baru dibanding pemimpin lama atau pemimpin yang terdahulu.

Alasan pertama, Presiden Akal Sehat menerangkan, penguasa atau pemimpin sebelumnya yang diberikan amanah dinyatakan tak layak lagi memimpin.

“Apalagi hanya sekedar menyampaikan janji-janji serupa dari janji sebelumnya,” ujarnya.

Rocky menjelaskan, apabila janji itu diulang-ulangi yakin saja tidak mungkin ditepati. Kita sudah bisa melihat apa saja hasilnya saat ini.

Alasan kedua, Rocky menuturkan, besarnya anggaran APBD Kota Makassar tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya.

“Hal ini terjadi pada pemerintahan sebelumnya, yang mana menurut saya ada ketimpangan yang bisa dilihat dari gini ratio kota Makassar,” ungkap Rocky.

“Itu bisa dibongkar dari APBD nya, jika penyaluran untuk anggaran pendidikan misalnya lebih rendah dan keseringan begitu, anggaran pencitraan yang lebih diutamakan. Maka kesejahteraan masyarakat jadi korbannya, inilah yang harus dihentikan, harus dibongkar oleh anak muda,” imbuhnya.

Rocky menegaskan pentingnya peran anak muda atau kelompok milenial pada Pilwali Makassar 2020 ini, yakni menggunakan ruang demokrasi sebagai ajang untuk mengkritisi kekuasaan sebelumnya.

Turut hadir dalam diskusi tersebut, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Zakir Sabara, dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bosowa (Unibos), Arief Wicaksono. (NU)

Editor: Ahmad Rusli