Pindah Tugas, Kapolres Gowa Push up di Hadapan Personilnya

20

BIDIKNEWS.id, Gowa – Di akhir masa tugas sebagai Kapolres Gowa, AKBP Boyke Fredrik Salmon Samola pada pagi tadi Senin (26/10/2020) pukul 07.30 WITA memimpin pelaksanaan apel pagi.

Pelaksanaan apel pagi yang dipimpinnya saat ini merupakan moment akhir sebelum meninggalkan Polres Gowa Selasa esok,

Sebagaimana Surat Telegram (ST) resmi Kapolri yang dikeluarkan pada Rabu, 13/10/2020 dengan nomor 2933, 2934 dan 2935 itu, ditandatangani oleh Asisten SDM Kapolri, Irjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan.

Advertise

Baca Juga

Sebagaimana ST ini, Boy akan dimutasi ke Kabagbinkar ROSDM Polda Sulteng. Sedangkan kekosongan ini akan diisi oleh AKBP. Budi Susanto, yang sebelumnya menjabat Kapolres Parepare.

Beliau menyampaikan kebanggaannya kepada seluruh personil Polres Gowa dengan kinerja yang selama ini dinilai sangat baik,

“Saya bangga bekerjasama dengan seluruh personil Polres Gowa dan menilai kinerja anggota sangat luar biasa kemudian dari beberapa kasus yang menjadi atensi dapat kita selesaikan dengan baik dan hal ini akan melekat pada hati dan tak dapat saya lupakan,” ungkapnya.

Begitu juga dengan tugas yang diemban seluruh jajaran Polri di tanah air, tentang kepedulian mereka terhadap merebaknya CoViD-19 yang sudah menjadi Pandemi,

“Untuk pencegahan CoViD-19 yang kita lakukan sangat luar biasa dan mendapat apresiasi dari semua pihak dan Alhamdulillah saat ini Kabupaten Gowa sudah berada diposisi orange,” tambahnya.

Sekali lagi saya mengapresiasi dan bangga kepada seluruh anggota atas dukungan yang telah diberikan dan memohon maaf bila selama ini ada anggota yang saya tegur, Inilah wujud kepemimpinan itu dan diakhir masa tugas saya ini saya, bersama keluarga memohon maaf bila ada kesalahan dan mohon pamit kepada seluruh anggota Polres Gowa dan keluarga.

Menutup arahan pada apel pagi tadi Kapolres Gowa melakukan Push Up di depan seluruh anggota atas kekhilafan dan kekurangan selama kepemimpinannya sekaligus memohon pamit dan do’a dari seluruh personil.

Hal ini dilakukan karena sadar jika dalam kepemimpinannya masih tersisa kekurangan, yang pada akhirnya beliaulah yang menghukum dirinya sendiri. (*)

Editor : Redaktur Bidik News