Pola Belajar Menjadi Karakter Yang Baik (1)

39
Foto: Ermelinda Sima

BIDIKNEWS.id, Manggarai – Karakter adalah sesuatu hal dasariah yang ada di dalam diri manusia. setiap manusia memilki karakter dan karakter setiap manusia itu pula berbeda-beda. Dengan demikian karakter dapat memberikan pengaruh yang besar kepada manusia itu sendiri. Karakter dapat membawa orang kepada hal-hal yang baik dan juga berdampak pada keburukan.

Pola kehidupan manusia selalu berubah, hal ini dikarenakan oleh cara berpikir dan mentalitas manusia. Setiap manusia memilki pengalaman-pengalaman yang kurang baik di dalam hidupnya dan mendefenisikan sesuatu hal yang buruk adalah masa lalu.

“Artinya, sesuatu hal yang harus dilupakan dan disingkirkan dari kehidupannya. Namun, perlu perhatikan bahwa masa lalu yang kurang baik (buruk) harus menjadi sebuah pembelajaran tersendiri bagi dirinya”.

Tujuan kita melihat kembali masa lalu ialah agar menjadi bekal untuk kedepannya, sehingga lebih berhati-hati dalam menyikapi dan mempertimbangkan sesuatu hal dengan sebaik mungkin sebelum melakukan agar tidak terjadi kembali peristiwa yang menyakitkan.

Sebab ada begitu banyak orang-orang sukses yang berasal dari situasi pengalaman yang kurang beruntung dan orang-orang itu menjadikan masa lalu sebagai pembelajaran yang sangat berharga dalam merencanakan sesuatu hal yang dilakukan pada masa yang akan datang.

Peran karakter dalam diri manusia itu sendiri dapat merubah cara hidup dan pola berpikir yang baik dan mampu mengendalikan emosionalnya dengan baik untuk menentukan sesuatu yang akan dilakukan kedepannya.

Cara hidup dan pola berpikir yang baik, kita harus mampu menjalankan beberapa hal dengan baik seperti etos kerja, kemampuan mengendalikan emosional, dan hidup penuh dengan perencanaan.

Etos Kerja. Sebagai makhluk sosial, setelah manusia belajar dan melek secara intelektual, selanjutnya mereka harus menghadapi hambatan-hambatan lainnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, membentuk pribadi yang baik dalam hal pekerjaan harus mampu menerapkan etos kerja yang baik. Jika bekerja hanya menggugurkan tanggung jawab, itu sudah mainstream dilakukan oleh banyak orang. Bekerja sepenuh hati dan menghasilkan prestasi, itu adalah salah satu hasil penerapan dari sebuah etos kerja yang unik. Adapun konsep lainnya yang menyatakan bahwa bekerja adalah sebuah panggilan yang membuat pengikutnya bekerja sungguh-sungguh untuk memuliakan Tuhan yang kita sembah.

Etos kerja merupakan cerminan kedisiplinan, semangat dan produktivitas milik seseorang. Seseorang yang memiliki etos kerja rendah menjadikan produktivitasnya juga rendah, begitupun sebaliknya. Etos kerja tidak dapat dipisahkan oleh peran pendidikan seseorang. Seseorang dengan rentang waktu lama dalam proses belajar, memberikan etos kerja yang tinggi. Peran pendidikan membentuk jati diri seseorang melalui kurikulum dan kebiasaan yang diberikan.

Kemampuan mengendalikan emosional. Kecerdasan emosi itu meliputi kemampuan mengendalikan emosi diri sendiri dan orang lain, mengelolah emosi diri, memotivasi diri, dan membina hubungan baik dengan orang lain. Motivasi merupakan salah satu proses yang menggerakkan, mengarahkan, dan menjaga individu untuk melakukan sesuatu dengan sebaik mungkin untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Seseorang yang tidak mampu mengendalikan emosionalnya dengan baik, maka kemungkinan besar dia mengalami kesulitan dan kehampaan dalam menjalani hidupnya, sebab emosional yang kurang disiplin dapat mempengaruhi pola hidup dan cara berpikir manusia. Untuk itu, setiap pribadi wajib belajar untuk mengendalikan emosi yang liar di dalam diri agar emosi tidak menyimpang pada tindakan atau prilaku yang tidak baik.

Hidup penuh dengan perencanaan. Rencana hidup masa depan dapat ditentukan sejak dini. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa perencanaan masa depan begitu penting untuk dimiliki. Anggapan bahwa mengikuti jalan Tuhan selalu menjadi patokan hidup. Dengan kata lain, hidup dan mati memang ditentukan oleh Tuhan. Namun, Eksekusi menjalani hidup semua tergantung dari manusianya sendiri. Bila kita lakukan beberapa hal yang kita sanggup, kita akan mengagetkan diri sendiri.

Saat memutuskan tujuan hidup, kita harus memperhatikan di lingkungan mana kita berada. Kemungkinan kita sudah melakukan dengan baik secara keuangan, tapi hubungan pribadi kita benar-benar kurang baik. Skema berpikir dan keseimbangan yang baik, yang dimana berkembangnya pemikiran diri dirasakan ketika kita belajar memahami pertama kali kemampuan dan kekurangan kita.

“Ingatlah! Karaktermu menentukan nasib dan masa depanmu”.

Untuk bisa membangun karakter yang baik, diperlukan disiplin dalam menjalankan hal-hal kecil yang baik meliputi taking care of ourselves, olahraga, makan sehat, lalu tekun belajar, membantu orang-orang yang kita temui, berbuat baik, mempunyai goal dan punya determinasi untuk mencapainya dan berusaha memperbaiki diri sendiri serta membangun kebiasaan baik yang ada dalam diri, agar terciptanya suatu karakter yang beradab di dalam diri.

Karakter itu suatu pembawaan individu berupa sifat, kepribadian, watak serta tingkah laku yang diekspresikan dalam kehidupan sehari-hari. Karakter berasal dari  bahasa Latin yaitu kharakter, kharessein, kharax, dan dalam bahasa Inggris, yakni character. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) karakter lebih merujuk kepada sifat, akhlak atau budi pekerti. Karakter inilah yang dapat membedakan pribadi yang satu dengan yang lain, sebab tidak ada manusia di muka bumi ini yang memiliki karakter yang sama, walaupun kembar (sama wajah, jenis kelamin) tetap masih saja ada perbedaan di dalam diri mereka masing-masing. Untuk itu, kita dapat menyimpulkan bahwa karakter adalah hadiah yang paling indah yang diberikan Tuhan kepada manusia, sebab hadiah ini tidak ada pada orang lain selain diri kita.

Attitude juga sangat diperlukan setiap orang. Attitude adalah sikap, tingkah laku atau perilaku seseorang dalam berinteraksi ataupun berkomunikasi dengan sesama. Attitude itu sangat perlu dan diperhatikan dalam menjalani kehidupan sehari-hari baik secara personal maupun komunitas, karena sikap atau karakter yang baik adalah kunci utama dalam menjalin hubungan dengan siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Dengan menampilkan sikap yang baik, kita mampu membangun relasi sosial yang baik dengan sesama di dalam komunitas masyarakat.

Penulis: Ermelinda Sima (Mahasiswi Unika St. Paulus Ruteng)
Editor: Markus Kari