Pola Belajar Menjadi Karakter Yang Baik (2)

23
Foto: Ermelinda Sima

BIDIKNEWS.id, Manggarai – Dalam kehidupan sehari-hari, karakter atau sifat dan sikap harus ditampilkan dengan baik, kita mudah untuk menyesuaikan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam masyarakat. Selain itu, karakter yang baik mampu membuat orang di sekitar kita akan merasa nyaman. Untuk itu, penulis mencoba menjelaskan beberapa hal yang dapat menunjang kita dalam membina karakter yang bai dan dapat diterima oleh orang lain dan komunitas sosial masyarakat, diantaranya:

1. Sabar
Sabar adalah salah satu sikap yang harus dipelihara di dalam diri setiap orang, sebab segala persoalan yang kita jumpai di dalam hidup akan menuntut pada kesabaran. Sebab Hidup adalah ujian yang tidak pernah berakhir. Memang sabar bukan hal yang baru bagi kita, kita sering mendengar orang untuk mengungkapkannya, namun tidak banyak orang dapat menjalankan sikap tersebut, sebab membutuhkan tenaga ekstra untuk menjalankannya di dalam kehidupan komunitas sosial masyarakat. Hanya dengan sikap sabar inilah yang mampu menciptakan suasana kedamaian di dalam diri maupun di dalam komunitas sosial masyarakat.

2. Kejujuran
Kejujuran adalah hal yang amat penting untuk diwarisi baik di dalam diri maupun kepada orang lain. Jujur artinya tidak berbohong. Untuk menjadi pribadi yang jujur bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, sebab ada banyak tantangan yang menggiurkan untuk menyimpang dari prilaku jujur. Memang untuk zaman sekarang, kita sulit untuk menemukan orang-orang yang jujur, hanya segelintir orang saja yang mampu menerapkan prilaku jujur di dalam kehidupan, baik dilingkungan pribadi maupun di lingkungan masyarakat. Orang yang tidak jujur adalah mereka yang kurang mampu mengendalikan emosional di dalam diri. Artinya, mereka tidak mampu menahan nafsu konsumerisme di dalam diri. Hal ini dikarenakan kebutuhan zaman yang semakin mendesak untuk melengkapi kebutuhan.

3. Pemaaf
Pemaaf artinya orang yang mampu mengendalikan emosional amarah di dalam dirinya. Orang-orang seperti ini adalah ciri orang yang mampu menahan suatu peristiwa yang kurang beruntung yang menimpanya. Menjadi pemaaf bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, sebab konsekuensi dari menahan amarah adalah sakit hati. Memang menjadi pemaaf juga salah satu ajaran yang harus dilestarikan di dalam diri secara individu maupun komunitas sosial masyarakat, karena hanya dengan sikap ini kondisi kedamaian di dalam masyarakat akan tetap terjaga. Selain itu, menjadi pemaaf akan membuat karakter kita menjadi lebih baik dan beradab.

4. Murah Hati
Kata lain dari murah hati adalah penyayang. Orang penyayang memilki sikap keterbukaan kepada orang lain, menerima orang lain dengan baik tanpa melihat dari latar belakangnya. Murah hati menuntut kita untuk rela menerima sesuatu yang menghampiri kita, baik berupa sesuatu hal yang menentang maupun yang menyenangkan. Di dalam komunitas sosial, ada banyak persoalan yang menjatuhkan sikap pemaaf, dengan begitu menghantarkan kita pada tindakan-tindakan yang menentang dengan nilai-nilai di dalam komunitas sosial. Akan tetapi, sebagai manusia yang memilki rasa penyayang, sebaiknya segala persoalan di dalam komunitas di selesaikan dengan baik dengan hati terbuka.

5. Sopan
Sopan adalah suatu bentuk prilaku yang menjujung tinggi nilai-nilai di dalam suatu budaya masyarakat. Sikap sopan mengingatkan kita agar dapat berinteraksi dengan siapa saja dan dengan sikap ini kita mampu beradaptasi dengan baik di dalam semua elemen masyarakat.

6. Menghormati
Menghormati adalah salah satu tuntutan yang harus dijalankan oleh setiap orang. Kita diminta untuk saling menghormati sesama sebagai manusia, saling menghormati akan memberikan kedamaian di dalam kehidupan, baik untuk diri sendiri maupun di dalam komunitas sosial masyarakat.

7. Loyalitas
Loyalitas adalah sikap kekonsistenan terhadap suatu pekerjaan yang kita geluti. Setiap orang memilki pekerjaan masing-masing dan setiap pekerjaan yang kita geluti, diperlukannya sikap loyalitas agar kita mampu bekerja dengan efektif dan efisien. Zaman sekarang, sikap loyalitas sangat diperlukan di dalam dunia pekerjaan, sebab sikap seperti ini sangat langka diketahui dalam dunia pekerjaan.

8. Percaya Diri
Percaya diri tidak sama dengan menyombongkan diri. Percaya diri lebih kepada menghargai potensi-potensi yang ada di dalam diri serta menghargai semua perjuangan yang telah kita lakukan. Percaya diri mampu merubah mental seseorang kepada hal-hal yang baik serta membangkitkan gairah hidup. Selain itu, sikap percaya diri dapat meningkatkan semangat hidup serta menghilangkan rasa takut di dalam diri.

9. Rajin
Rajin adalah salah satu sikap yang harus dipelihara. Sikap ini harus dibangun dalam diri seseorang, sebab sikap seperti ini dapat memberikan dampak yang signifikan bagi diri seseorang. Mengingat cara hidup sekarang, bahwa rajin menjadi modal utama dalam membangun diri serta membantu mengarah diri kepada hal-hal yang baik.

10. Tekun
Setelah rajin, tekun juga merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan, sebab ketekunan dapat menumbuhkan kekonsistenan di dalam diri. Ketekunan mampu membuat suatu kegiatan dapat berjalan dengan mudah. Setiap orang yang dengan tekun dalam melakukan rutinitasnya dapat menemukan suatu keberhasilan di dalam dirinya. Dengan demikian, tekun menjadi instrumen yang tidak kalah penting dalam membentuk karakter. Selain itu, ketekunan dapat mengalahkan rasa kemalasan di dalam diri.

11. Disiplin
Pada dasarnya disiplin itu bersifat umum, sebab ada banyak hal yang kita lakukan dengan disiplin, diantaranya disiplin berbicara, bertingkah laku, berpakaian dan sebagainya. Namun, disini kita lebih kepada disiplin tingkah laku. Setiap orang dituntut untuk berprilaku disiplin, sebab disiplin memberi dampak yang cukup besar ke dalam diri dan kepada siapa saja yang berada di samping kita. Dengan berperilaku disiplin, orang lebih mudah menyesuaikan diri dengan baik. Selain itu, kita lebih mudah untuk beradaptasi dengan siapa saja dan kelompok mana saja.

12. Bersyukur
Sifat yang mampu memberikan rasa bahagia di dalam hidup adalah rasa syukur. Rasa bersyukur mampu memberikan pengaruh besar di dalam hidup setiap orang. Bersyukur berarti berterima kasih kepada siapa saja yang berbuat baik kepada kita, yang memberi pengaruh baik kepada kita, terlebih kepada Tuhan yang menguatkan hidup kita. Selain itu, kita harus Selalu bersyukur atas apa yang terjadi di dalam hidup kita dan memberikan hidup kita lebih bermakna.

Dari beberapa ulasan-ulasan hal yang paling penting diatas dapat membentuk karakter yang baik untuk menunjang masa depan serta mampu menghadapi pengaruh zaman globalisasi agar dapat bersaing dalam segala kondisi dan situasi yang terjadi.

Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang semakin canggih di abad ke-21 ini memberi pengaruh yang signifikan kepada pola hidup manusia. untuk menjawab perkembangan ini, kita dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan terutama karakter pribadi. Hanya dengan membina karakter, kita mampu mengendalikan serta menyesuaikan diri dengan perkembangan. Dalam upaya mengenal jati diri dan karakter manusia, rasa ingin tahu menjadi salah satu kunci penting.

Kodrat manusia ialah mahluk rasa ingin tahu. Ungkapan “kenali dirimu sendiri” sangat penting karena salah satu prinsip dalam kepemimpinan adalah “kenali dirimu dan cari perbaikan”. Segala upaya dapat berhasil dengan baik apabila seseorang memiliki kemampuan dan tekad untuk mengubah karakter menjadi lebih baik.

Seseorang yang memiliki karakter yang baik dan kepribadian yang baik pula secara langsung atau tidak langsung Ia dapat memengaruhi orang lain, kelompok, dan bangsa.

“Pengetahuan adalah Kekuatan tetapi Karakter Lebih Baik”.

Karakter menjadi hal yang sangat penting dalam diri seseorang. Sosok pemimpin yang layak ialah pemimpin yang berkarakter mulia, sudah tidak bermasalah dengan dirinya dan mampu memberikan teladan dan pengaruh yang lebih baik kepada siapa saja, terlebih kepada suatu komunitas.

“Hanya perjuangan yang membuatmu kuat dan bertanggung jawab, hanya perjuangan yang membuatmu sukses dan keinginan atau tekad yang mampu membawamu ke tujuan akhir dalam hidupmu”.

Penulis: Ermelinda Sima (Mahasiswi Unika St. Paulus Ruteng)
Editor: Markus Kari